Minggu, 26 Juli 2020

(Literasi Ep. 1) Merpati Yang Tak Pernah Ingkar Janji

Keluarga Merpati sedang berkumpul. Tampaknya, mereka sedang membicarakan sesuatu.

“Kita harus sudah berada di rumah sebelum malam tiba. Ingat, pesta akan diadakan malam nanti,” ucap Ayah Merpati. Rupanya, malam itu akan diadakan pesta.

Sebenarnya, Merpati sudah ada janji dengan teman-temannya. Mungkin, ia akan berada di luar sampai malam. Namun, pesta itu juga sangat penting. Ia tak bisa meninggalkannya.

“Kalau aku terlambat, tidak apa-apa, kan?” Merpati akhirnya meminta izin.

“Tidak! Kau harus pulang sebelum malam tiba!” tegas Ayah Merpati.

“Baiklah, Ayah. Aku berjanji, aku akan kembali sebelum malam tiba,” janji Merpati.

Merpati pun bergegas ke suatu tempat. Ia akan menemui teman-temannya di sana. Sayangnya, teman-teman Merpati tidak menepati janji. Mereka datang terlambat.

“Huh! Kenapa hanya aku yang selalu tepat waktu? Padahal, kami sudah berjanji akan bertemu di sini,” keluh Merpati.

Tak selang berapa lama, teman-teman Merpati datang.

“Maaf, aku terlambat Aku harus membantu ibuku,” ucap Kelinci, memberi alasan.

“Aku pun harus membantu Ayah terlebih dahulu,” sahut Kelelawar, ikut memberi alasan.

Mereka tampak tak merasa bersalah.

Mau tak mau, Merpati memaafkan keduanya. Ia ingin urusannya cepat selesai, dan memenuhi janji kepada ayahnya. Rupanya, banyak yang harus Merpati kerjakan. Saat hari hampir beranjak malam, barulah Merpati dapat pulang ke rumah.

Di tengah perjalanan, Merpati melihat Semut. Olala, Semut itu hanyut terbawa arus air. Merpati pun kebingungan.

“Jika aku menolong Semut, bisa-bisa aku terlambat pulang ke rumah,” pikir Merpati.

Sementara itu, Semut terus meminta tolong.”Tolong aku!” teriak Semut.

Merasa kasihan kepada Semut, Merpati pun menolong Semut. Ia rnengangkat Semut dari aliran sungai, dan membawanya ke tempat yang lebih arnan.

Hari semakin gelap saat Merpati usai menolong Semut.Wah, sepertinya Merpati terlambat pulang ke rumah.

“Lebih baik aku bergegas pulang. Aku sudah berjanji dengan Ayah,” gumam Merpati sambil mempercepat terbangnya.

Benar saja. Merpati sampai ke rumah ketika langit telah gelap.

“Maafkan aku.Ayah.Aku terlambat pulang ke rumah:” ucap Merpati penuh penyesalan.

“Tidak apa-apa, Merpati. Yang penting, kau menepati janji. Merpati tak pernah ingkar janji. Lagi pula. Ayah tahu kenapa kamu terlambat,” ucap ayah dengan bijak.

Tiba-tiba, Semut muncul dari balik Ayah Merpati. Rupanya, ia telah menceritakan semua yang terjadi. Betapa senangnya Merpati, karena ayahnya tak marah kepadanya, dan ia bisa tetap datang ke pesta.


Sumber : https://dongengceritarakyat.com/kumpulan-dongeng-fabel-singkat/



Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Jika judul cerita ini akan diganti, apa saran kamu untuk judul pengganti cerita ini agar lebih menarik?

2. Menurutmu, karakter merpati yang mana yang mirip dengan karakter kamu?

3. Apakah kamu memiliki teman yang karakternya seperti Kelinci atau Kelelawar? Ceritakan tentang sebuah peristiwa atau kejadian yang menunjukan karakter temanmu menyerupai karakter Kelinci atau Kelelawar?

4. Apa pesan moral dari cerita ini?

5. Ceritakan satu pengalaman kamu yang mirip dengan pengalaman merpati minimal satu paragraf!

Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)

Lembar Jawab

12 komentar: