Jumat, 16 Oktober 2020

Literasi Ep 39 : Mie Lethek Isimewa

Klik link di bawah ini untuk membaca buku cerita bergambar 


Jawab pertanyaan berikut ini dalam buku literasi kamu dengan jawaban lengkap dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Siapa nama tokoh utama dalam cerita tersebut?
2. Bagaimana sifat atau watak tokoh utama tersebut?
3. Apa yang ingin diketahui oleh tokoh utama tersebut?
4. Bagaimana cara tokoh utama untuk memenuhi rasa ingin tahunya?
5. Adakah perubahan sikap tokoh utama setelah melihat apa yang ingin diketahuinya itu? Apakah itu?
Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)





Literasi Ep 38 : Hari Cuci Tangan Sedunia

Hari Cuci Tangan Sedunia dirayakan setiap tanggal 15 Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun. Menurut UNICEF (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa), saat ini 40% populasi dunia tidak memiliki akses ke fasilitas cuci tangan.

Mencuci tangan tahun ini telah menjadi pusat perhatian sebagai salah satu cara paling efisien untuk melindungi dari pandemi virus corona (COVID-19) yang sedang berlangsung, memperkuat pesan bahwa kebersihan tangan sama pentingnya dalam mencegah penyakit dan menjaga kesehatan.

Hari ini diperingati untuk mengambil tindakan meningkatkan akses dan praktik cuci tangan pakai sabun sehingga semua masyarakat bersatu untuk menjaga kebersihan tangan dan menghentikan penyebaran COVID-19. Penting bagi setiap orang, di mana pun dan kapan pun untuk selalu mencuci tangan.

Tangan harus dicuci dengan sabun dan air selama 20 detik:

- Setelah membuang ingus, batuk atau bersin.

- Setelah mengunjungi ruang publik, termasuk angkutan umum.

- Setelah menyentuh permukaan di luar rumah, termasuk uang.

- Sebelum, selama dan setelah merawat orang yang sakit.

- Sebelum dan sesudah makan.

Secara umum, Anda harus selalu mencuci tangan pada waktu-waktu berikut:

- Setelah menggunakan toilet.

- Sebelum dan sesudah makan.

- Setelah menangani sampah.

- Setelah menyentuh hewan liar dan hewan peliharaan.

- Setelah mengganti popok bayi atau membantu anak menggunakan toilet.

- Saat tangan Anda terlihat kotor.

Sejarah dan Tema Hari Cuci Tangan Sedunia 2020

Hari Cuci Tangan diinisiasi oleh Gobal Handwashing Partnership dan merupakan kesempatan untuk merancang, menguji, dan meniru cara-cara kreatif untuk mendorong orang agar mencuci tangan dengan sabun. Hari Cuci Tangan Sedunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Oktober.

Hari Cuci Tangan Global pertama diadakan pada tahun 2008, ketika lebih dari 120 juta anak di seluruh dunia mencuci tangan dengan sabun di lebih dari 70 negara.

Sejak 2008, para pemimpin masyarakat dan nasional telah menggunakan Hari Cuci Tangan Sedunia untuk menyebarkan berita tentang mencuci tangan, membuat wastafel dan keran di tempat umum, dan mendemonstrasikan keefektivan dan nilai tangan yang bersih.

Sejak itu, Hari Cuci Tangan Sedunia terus berkembang. Hari Cuci Tangan Sedunia didukung oleh pemerintah, sekolah, lembaga internasional, organisasi masyarakat sipil, LSM, perusahaan swasta, individu, dan banyak lagi.

Tema Hari Cuci Tangan Sedunia 2020 adalah "Kebersihan Tangan untuk Semua". Tema tahun ini mengikuti inisiatif global baru-baru ini yang mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan kebersihan tangan, terutama melalui cuci tangan dengan sabun.

Tema tahun ini mengingatkan, kita harus mengupayakan akses universal dan praktik cuci tangan pakai sabun untuk saat ini dan untuk masa depan yang sehat. Apa pun peran Anda, Anda dapat merayakan Hari Cuci Tangan Sedunia.

Pandemi COVID-19 mengingatkan kita, mencuci tangan adalah salah satu cara paling sederhana untuk mencegah penyebaran virus apa pun dan memastikan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan.

Cara Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO

Menurut WHO, mencuci tangan agar bersih menghabiskan waktu sekitar 20-30 detik. Ikuti 7 langkah mencuci tangan yang benar menurut WHO untuk mencegah infeksi virus, kuman, dan bakteri.

1. Basahi tangan dan tuangkan atau oleskan produk sabun di telapan tangan.

2. Tangkupkan kedua telapak tangan dan gosokkan produk sabun yang telah dituangkan.

3. Letakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri dengan jari yang terjalin dan ulangi untuk sebaliknya.

4. Letakkan telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri dengan jari saling terkait.

5. Tangan kanan dan kiri saling menggenggam dan jari bertautan agar sabun mengenai kuku dan pangkal jari.

6. Gosok ibu jari kiri dengan menggunakan tangan kanan dan sebaliknya.

7. Gosokkan jari-jari tangan kanan yang tergenggam di telapak tangan kiri dan sebaliknya.

8. Bilas dan keringkan. Setelah kering, tangan Anda sudah aman dari bakteri dan kotoran.

Sumber : 

https://tirto.id/hari-cuci-tangan-sedunia-15-oktober-2020-kaitannya-dengan-pandemi-f5Wr


Senin, 12 Oktober 2020

Literasi Ep. 37: Faktor penyebab Banjir, Bukan Hujan Deras?

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

Apalagi saat musim hujan sudah tiba, beberapa daerah di Indonesia sudah mulai siaga untuk menghadapi banjir.

Sebenarnya apa faktor penyebab banjir sehingga di Indonesia seringkali mengalaminya? Ayo cari tahu!

Penyebabnya bisa dipicu oleh hujan yang turun memang besar dan menghasilkan air yang banyak.

Sedangkan daya serap tanah yang ada sangat kecil. Hal ini membuat air hujan mengalir ke sungai dan menyebabkan permukaan air naik.

Daya serap tanah yang kecil bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu semakin minimnya daerah hijau yang ditumbuhi pohon. 

Seperti yang kita tahu, akar-akar dari pohon itu membantu untuk menggemburkan tanah sehingga ia bisa banyak menyerap air.

Jadi saat pohon atau tumbuhan lainnya berkurang, maka daerah serapan pun semakin sedikit.

Namun, banjir tetap bisa terjadi walau intensitas hujan tidak besar, lo.

Pada intinya, sebenarnya banjir bukan disebabkan oleh banyaknya air hujan, tapi seberapa besar kemampuan tanah untuk menyerap air dan sungai untuk menampung air.

Dari sini kita bisa tahu kalau penggundulan hutan dan padatnya pemukiman menjadi faktor utama berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air.

Proses Terjadinya Banjir

Air di alam sebagian besar berada di sungai, danau, dan laut. Pada siang hari Matahari bersinar dan menyebabkan penguapan air.

Air sungai, danau, dan laut tentunya juga menguap ke udara dan menjadi awan.

Jadi, awan yang selama ini kita lihat di langit sebenarnya berisi uap air dari proses penguapan.

Awan-awan yang dihasilkan dari proses penguapan ini ditiup angin ke daratan. Nantinya awan ini akan menurunkan uapnya dalam bentuk hujan.

Hujan ini bisa turun di mana saja, bisa di daerah pegunungan, hutan, pemukiman, dan masih banyak lagi.

Air hujan yang turun sebagian akan diserap oleh tanah, inilah proses yang kita kenal dengan infiltrasi. Nantinya air hujan yang diserap ini akan menjadi air tanah.

Namun, tidak semua air hujan bisa diserap oleh tanah. Terutama jika kemampuan menyerap tanahnya kecil.

Air yang tidak bisa diserap oleh tanah ini akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan masuk ke saluran kecil.

Saluran kecil inilah yang nantinya akan membawa air hujan ini kembali ke sungai.

Nah, banjir bisa terjadi saat air yang tidak bisa diserap oleh tanah jumlahnya sangat banyak melebihi biasanya.

Ini akan menyebabkan sungai penuh dan meluap dan menyebabkan genangan air atau yang kita kenal dengan banjir.

Banjir Bisa Berulang

Banjir akan mengalami siklus tertentu yang terus berulang. Hal itu karena banjir merupakan salah satu cara alam untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Karena itulah banjir bisa diperkirakan dan juga diamati, lo. Alat yang digunakan untuk mengamati banjir adalah hidrograf. 

Melalui hidrograf kita bisa mengetahui besarnya debit sungai per satuan waktu. 

Sumber :https://bobo.grid.id/read/082370330/faktor-yang-menyebabkan-banjir-ternyata-bukan-hujan-deras-penyebab-utamanya?page=all

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Jadi, apa sebenarnya yang menjadi penyebab Banjir?

2. Apa yang kamu ketahui tentang hidrogaf?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Minggu, 11 Oktober 2020

Literasi Ep. 36: Novel Terakhir Putri

"Kruyuk… kruyuk” berberapa kali Leona mendengar suara itu tepatnya dari perut sahabat di sampingnya.
“Putri lapar ya?” tanya Leona.
“Nggak ah!” jawab Putri.
“Put, kalau kamu lapar mending Aku anterin ke kantin ya, mumpung hari ini jam kosong mau nggak?” tawar Leona
sambil memainkan handphonenya.
Kali ini Putri mengganguk setuju karena suara dari perutnya yang lapar tak bisa ditahan lagi.

Di kantin…
“Putri, kenapa sih kamu akhir akhir ini nggak pernah ke kantin?” Tanya Leona sambil mengunyah mie ayamnya
“Leona, Aku harus menyelesaikan novelku secepatnya!” jawabnya tegas
“Iya deh, tapi tetap jaga kesehatan jangan sampai sakit!” kata Leona sok bijak.
“Iya bos!” jawabku mantap sambil menyerut Air dingin.

Setelah selesai makan dan minum Aku kembali ke kelas, karena pelajaran selanjutnya adalah IPA. Mr. Bryn memasuki kelas 4A untuk pelajaran IPA, ia termasuk guru yang humoris dan ramah.

"Ting.. tiinngg!” bel berakhirnya pelajaran telah berbunyi, seluruh siswa “High School” berhamburan keluar.

“Duh, mana Mama kok belum njemput!” bisikku dalam hati.
“Putri.. Aku pulang duluan!” teriak Leona sambil melambaikan tangan ke arah Putri, Putri membalas lambaian tangan Leona dengan tersenyum, betapa bahagianya Putri mempunyai seorang sahabat sebaik Leona.

Tak lama kemudian Putri dijemput oleh Mamanya menggunakan Mobil.
“Putri, udah nunggu lama ya?” tanya Mama.

Enggak kok Ma, eh Mama kenapa lewat sini?” Tanya Putri balik
“Mama mau ke mall sebentar!” jawab Mama sambil tersenyum kearahku.
“Eumm.. Putri boleh beli juga nggak Ma?” Tanya Putri tiba tiba. Mama hanya memangut-mangut tanda setuju.

Sesampai di Mall, Aku memasuki lorong buku buku dan Mama ke lorong baju. Sebenarnya Aku ingin membelikan buku dairy bergambar Hello kitty dan Bolpoin Hello kitty kepada Leona, karena Leona itu penggemar Hello kitty, hampir seluruh kamarnya bergambar Hello kitty. Setelah Putri keluar dari lorong buku buku, tampak Mamanya juga keluar dari lorong baju.
Setelah selesai belanja mereka berdua pulang.

Sesampai di rumah..
Putri langsung mandi sore dan sholat ashar lalu melanjutkan membuat novel.
“Putri kamu nggak makan dulu?” tanya Mama dari depan kamar Putri.
“Nggak Ma, Putri nggak lapar!” jawab Putri dari dalam kamar. Ia bertekad akan menyelesaikan sebuah novel malam ini. satu lagi Putri ingin novel yang ia buat bisa bestseller

Jarum jam menunjukan pukul 10.00,
Gadis berkulit putih dan berbulu mata lentik itu tak pernah merasa lelah dan mengeluh dengan apa yang ia kerjakan. Dengan semangat yang tinggi akhirnya novel itu ia kirim, tinggal menunggu hasilnya.
Karena matanya yang kusut ingin segera terpejam, akhirnya ia merebahkan badannya ke kasur dan tertidur pulas.

“Kringg…!” jam beker milik Putri berbunyi nyaring. sehingga Putri yang tengah asyik tertidur pulas terganggu dan segera mandi dan menyiapkan buku buku pelajaran.

"Putrii ayo sarapan dulu!” teriak Mama.

“Iyaaa!” jawab Putri sambil berlari menuju ruang makan.
Tidak seperti biasanya, ia tiba tiba memeluk Mama dan Papanya seolah olah ia tidak ingin pergi.
“Putri kamu kenpa?” tanya Papa
Putri hanya menggeleng gelangkan kepala.
“Putri ayo cepat makan nanti terlambat berangkat sekolah loh!” tegur Kak Pinta saat melihat Putri melamun tak jelas.
“Ma, Pa, kak Putri berangkat dulu ya!” Kata Putri lesu.
“Lho, makanannya nggak dihabisin?” tanya Papa
“Nggak pa, Ma, Kak putri berangkat dulu!” teriak Putri sambil berlari menyambar tas ranselnya.
“Deg!” perasaaan Mama tidak karauan, Mama mempunyai firasat buruk tentang semua ini.

Setelah selesai di sekolah kedatangan Putri disambut riang oleh Leona.
“Putrii.. selamat ya, novel kamu jadi bestseller lho!” teriak Leona girang.
“Emang sudah diterbitkan?” tanya Putri lagi
“Iyaa putt!” jawab Leona mantap.

“Trrtrr” Handphone Putri berdering segera ia mengambilnya dari tas ternyata dari pihak penerbit, novel Putri telah menjadi bestsseller.
Sungguh bahagianya bukan kepalang mendengar berita tersebut, karena novel yang selama ini ia buat dengan penuh perjuangan akhirnya menjadi bestsseller.

“Terima kasih Ya Allah engkau telah mengabulkan doa hamba” kata Putri dari dalam hati
“Ciyee yang novelnya jadi best!” goda Leona.
“Apaan sih, btw kamu kok tahu novelku jadi best?” tanya Putri heran.
“Rahasia dong!” jawab Leona sambil tertawa terbahak bahak.
“Uh Leona gitu main rahasia Rahasian mulu!” degusnya.
“Iya, tadi itu viral novel karangan yoona Putri dari High school populer lho, makanya Aku tahu” Terang Leona sambil tersenyum.

“Leona ini ada hadiah khusus untukmu dari Aku!” kata Putri mengeluarkan kotak berwarna pink.
Leona yang keheranan tanpa pikir panjang langsung membukanya ternyata berisi dairy dan bolpoin hello kitty yang ia beli kemarin.
“Wah, makasih banget ya Put!” seru Leona sambil merangkulku.
Aku hanya tersenyum lebar.

Pelajaran pertama Matematika, Mrs. Violet memasuki ruang kelas mereka. dan pelajaran terakhir adalah Bahasa indonesia Mrs. Aneeta guru bahasa indonesia mereka.

Bel tanda pulang berbunyi seperti biasa, anak anak keluar kelas berhamburan. Papa Leona sudah menunggu sejak tadi, tapi Mama belum juga datang.

“Put, Aku pamit dulu ya!” Kata Leona sambil merangkulku.
“Iya, Leona jaga kesehatanya. Putri nggak ingin Leona sakit. Asal Leona tahu Leona adalah sahabat terbaik putri, kalau misalkan Putri nggak ada, Leona Nggak boleh sedih, Nanti Putri ikut sedih.” kata putri sambil terus merangkul Leona seakan tak mau melepaskan Leona
“Iya put, Leona janji tapi Putri nggak boleh tinggalin Leona sendiri, Leona sayang putri!” timpal Leona kali ini air mata dari kedua mata gadis keci itu tak bisa dibedung lagi, semuanya hanyut dalam haru biru.

Leona telah lama meninggalkan Putri sendiri karena ia sudah dijemput oleh Papanya, sedangkan Mama belum menjemput Aku, padahal sebentar lagi hujan deras akan datang.
“Lebih baik Aku Pulang sendiri daripada harus menunggu dengan kehujanan, lagipula pasti Mama ada urusan penting!” gumam putri sambil berlari.

Jarak rumah dengan sekolahku cukup jauh, Aku mengambil jalan pintas menyeberang jalan raya menuju jalan Koala.
Tiba tiba kejadian ini begitu cepat, sebuah mobil Sedan berwarna hitam melaju cepat, seorang gadis kecil berbulu mata lentik/Putri yang tak berdosa itu terlempar, darah merah menyala itu terus keluar dari tubuh gadis itu, pemilik mobil Sedan itu terus mengendarai tanpa bertangung jawab atas apa yang telah dilakukan, sungguh manusia tak punya hati nurani. disela sela itu Keinginan Putri telah terkabulkan, tapi entah bagaimana kondisi
Putri sekarang dapat diselamatkan ataukah…

Cerpen Karangan: Azarine Salsabila

Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-sedih/novel-terakhir-putri.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Menurutmu, bagaimana kondisi putri sekarang?

2. Apa pesan moral cerpen di atas?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Rabu, 07 Oktober 2020

Literasi Ep. 36 : Trauma

Sudah menjadi tradisi di sekolah. Untuk mengisi liburan akhir semester, Nina beserta teman-temanya mengikuti kegiatan berkemah yang diadakan sekolah. Pagi itu mereka berangkat menggunakan bus. Penuh sukacita mereka bernyanyi bersama menuju tempat tujuan. Di tengah-tengah riuh nyanyian, sayup-sayup Nina menangkap sepintas suara gaduh dari kursi paling belakang.

“Reno jangan! Jangan dilempar!”

Tepat saat Nina akan menengok ke belakang, sebuah benda bercorak hitam legam dan panjang nyaris mengenai kepalanya, benda yang mirip karet selebar dua jari dan sepanjang satu meter itu jatuh begitu saja di samping Nina.

Mata nina membelalak, hatinya berbisik, ular! “Aaaaaaggh…!!” Nina menjerit, kakinya meringkuk naik lalu menutup mata serta seluruh mukanya rapat-rapat.

Yang lain sontak melirik Nina dan tertawa lepas nyaris serempak setelah Reno meraih ular mainan itu dari lantai bus.
“Eh, Nin. Ini cuma ular boongan,” kata reno sambil menahan tawa.
“Bodoooo…! Aku gak mau lihat…!” pekik Nina meronta.

Tanpa komando, hati reno justru liar dan menyodorkan ular mainan itu ke depan Nina, tepatnya sengaja ditempalkan ke tangan mungil Nina.
“Aaaaaaaaaagghhh…!!” Nina berteriak lagi, bahkan lebih histeris dan lebih meronta ketakutan, membuat pak Komar sebagai pembina mereka beranjak menghampiri.

Reno yang menyadari pak komar akan mendekat, segera melejit ke tempat duduknya di belakang.

“Sudah Nina tidak apa-apa, itu hanya mainan.” pak komar mencoba menenangkan dengan menepuk bahu Nina pelan-pelan.

Nina yang merasa sudah terbebas dari ancaman, membuka kedua tangan dan matanya pelan-pelan. Pandanganya lalu memutar, kalau-kalau benda yang menyeramkan baginya itu masih ada di sekitar. Setelah dirasa aman, Nina lantas menarik napas dalam-dalam lalu meringis kikuk menatap pak komar di depanya, “terima kasih pak.”

Hari menjelang siang ketika bus yang mereka tumpangi sampai di lokasi perkemahan. Sesuai perintah dari pak Komar, setiap kelompok yang sudah dibagi wajib mendirikan tendanya masing-masing sebagai tempat untuk berteduh dan beristirahat.

Nina beserta kelompoknya lalu bersiap dan mulai mendirikan tenda. Setelah dirasa semua tenda telah didirikan, pak Komar lantas mengumpulkan semua siswa dan memberikan beberapa penjelasan.

Mereka lalu melakukan kegiatan awal dengan mengumpulkan kayu bakar sebagai bahan acara api unggun nanti malam. Dan sebagai kegiatan keduanya di sore hari, para siswa sibuk menanam bibit pohon sebagai penghijauan di sekitaran lokasi perkemahan tersebut.

Namun di tengah-tengah kesibukan Nina dan kelompoknya menanam pohon, Nina kembali dikejutkan oleh benda yang selalu membuat seluruh badanya ngilu dan bergidik, benda itu tiba-tiba jatuh begitu saja di depan Nina. Nina yang tak menyadari itu mainan hanya bisa menutup matanya dan meronta histeris.

Nina mendadak menangis dan mengejang tak karuan. Lalu tiba-tiba suara Nina yang biasanya melengking kemana-kemana itu seakan hilang dan berhenti di lehernya, menyadari itu kepala Nina mendadak pusing dan berkunang-kunang, pandanganya lalu kabur, sedetik kemudian Nina tak mearasakan apa-apa lagi, Nina terjatuh, lalu gelap.

“Nina…!!”
“Tolooog…!!”
“Pak Komar…!! Toloong…!!

Satu kelompok Nina saling bersahutan berteriak minta tolong dan mengerubungi Nina. Pak Komar dan siswa lainya yang mendengar sontak berlarian mendekat.

Di dalam tenda Nina mulai siuman, teman-teman yang sedari tadi menunggunyapun akhirnya saling menyeringai berucap syukur.
“Alhamdulillah.. Kamu sudah sadar, Nin.” pak Komar tersenyum.
“Nina, ini minum dulu.” salah satu teman kelompok Nina mengulurkan sebotol mineral.
Nina meneguknya sedikit, Namun cukup membuat badan serta kepalanya kembali segar.

“Nina, kamu sepertinya ketakutan sekali melihat ular? Kenapa? Padahal kan cuma mainan.” pertanyaan pak Komar membuat Nina tiba-tiba terdiam sebentar, seperti sedang meningat sesuatu.
“Sa.. saya.. Trauma pak,” terbata dan pelan Nina menjawabnya.
Semua saling tatap, “Trauma?”

Nina mengangguk pelan, “dulu ayah saya meninggal karena digigit ular, pak. Saat itu saya melihatnya langsung, ular itu menggigit kaki ayah di kebun, hingga akhirnya ayah tak tertolong saat di perjalanan menuju rumah sakit. Semenjak itu saya jadi takut kalau melihat ular.” raut Nina tampak sayu, teringat kembali kenangan bersama ayahnya saat di kebun.

“Ya sudah tidak apa-apa. Tapi kamu mau tidak biar trauma kamu sembuh? Biar kamu lebih berani sama ular? Apalagi kalau cuma mainan. Biar gak pingsan-pingsan lagi. Bapak punya caranya… Mau tahu?”
“Mau pak.” jawab Nina bersemangat.
“Caranya bagaimana pak?” Tanya beberapa yang lainya.

Pak Komar lalu menyuruh Reno untuk mengambil ular mainanya. “Baik pak.” jawab Reno semangat. Nina yang mengerti maksud pak Komar langsung mengrenyitkan dahi, “tapi maksud pak Komar berarti saya harus…”

Pak Komar hanya tersenyum dan mengangguk. Saat Reno kembali membawa mainannya itu, Nina tak kuasa menahan ketakutanya lagi, namun dia tak berteriak, dia tahu itu cuma mainan, hanya saja Nina tak mau melihatnya, bahunya lalu bergidik sebelum kemudian langsung sigap menutup matanya rapat-rapat.
Melihat reaksi Nina, pak Komar hanya tersenyum, sedang yang lainya bersahutan tertawa lagi.

“Nina.. Ayo jangan takut, buka matanya, lihat yang bapak pegang ini, pelan-pelan saja, tidak apa-apa. Inget Nina, ini cuma mainan, yang lain juga berani tuh pada megangin. Masa Nina gak berani?”

Lalu Nina menuruti kata pak Komar, Nina membuka matanya dan perlahan mencoba memberanikan diri menyentuhnya, sekali, dua kali, tiga kali hanya dengan telunjuknya, kemudian entah keberanian dari mana, kini Nina dengan kedua tanganya benar-benar telah menyentuh seluruhnya, mengelus dan memegang ular mainan tersebut tanpa ragu dan takut lagi. Lalu senyum dari bibir Nina merekah.

“Tuh kan berani.” pak Komar tersenyum lega.
“Yeei.. Nina udah gak takut ular mainan lagi.” teriak yang lain.

“Nah, ini pelajaran juga buat kalian semua. Kalo punya trauma atau rasa takut dengan sesuatu yang berlebih, obat paling manjur harus dihadapinya. Kita harus berani melawan rasa takut kita sendiri.” pak Komar menjelaskan.
“Iya pak.” semuanya menjawab hampir berbarengan.

“Ya sudah sekarang saya mau tanya, siapa di sini yang takut gelap angkat tangan?” tanya pak Komar sambil tersenyum.
“Saya pak..”
“Saya..”
“Saya..”
Semua bersemangat mengangkat tanganya tinggi-tinggi. Pak Komar mengusap keringat di kening karena kepanasan.

“Kalo begitu biar gak takut gelap lagi harus apa?”
“Harus dilawan pak!” jawab Reno antusias.
“Bagus Reno benar.”

“Ok berarti Nanti malam bapak mau mengobati rasa takut kalian. Siapa yang berani diuji nyali ke kuburan nanti malam angkat tangan?” tanya pak Komar sambil menahan tawa.

Semua mendadak diam, suasananya berubah dingin dan merinding, hanya saling tatap satu sama lain tanpa ada yang berani mengangkat tangan. Wajah merekapun berubah menjadi pucat pasi.

Cerpen Karangan: Owy Ahmad

Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-anak/trauma.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Apa yang membuat Nina trauma pada ular?

2. Apa pesan moral cerpen di atas?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Selasa, 06 Oktober 2020

Literasi Ep 36 : Hanya dehgan Senyuman

Pagi yang cerah, gadis imut itu membuka pintu rumahnya. Dilihatnya, sekeliling rumah yang tampak asri, seulas senyum tak pernah hilang dari wajah mungilnya.
“Namanya April.” kata seorang ibu memberitahu.
“Namanya bagus ya, anaknya juga cantik.”

Tak heran, gadis imut yang bernama April itu sering diperbincangkan oleh tetangga sekitar. Karena perilakunya yang sopan, tutur katanya yang lembut, membuat orang selalu ingin berada di dekatnya. Tapi, ada saja orang yang iri dan benci kepada April. Ya salah satunya Puput, teman sekelas gadis imut itu.

Pernah suatu kali, April terjatuh ketika mengikuti lomba lari di pelajaran olahraga. Silvi dan teman-temannya menghampiri April dan membantunya untuk berdiri. Lain dengan Puput, ia malah menertawakan April yang berjalan tertatih-tatih dengan di bantu teman-temannya. Lantas, apa yang di lakukan gadis imut itu? Apakah ia marah? Tidak! Gadis imut itu malah memberikan senyuman termanisnya kepada Puput. Kontan, Puput yang sedang menertawainya terdiam setelah melihat senyuman manis April. Ia mendelik kesal, dan langsung meninggalkan April beserta teman-temannya.

Setiap hari, Puput selalu saja mengejek dan mencaci maki April. Tapi, reaksi gadis imut itu terhadap perilaku Puput hanya senyum, senyum, dan senyum. Tak pernah sekalipun ia membalas perilaku Puput

Bel istirahat berbunyi, Silvi mengajak April pergi ke kantin. Di tengah perjalanan, terjadi perbincangan antara mereka.
“April, kamu ngga sakit hati?” tanya Silvi.
“Sakit hati kenapa?” jawab April
“Ya kamu tahu sendirilah, perilaku Puput sama kamu.”
“Oh, itu. Emm, aku ngga sakit hati. Masalahku sama Puput itu aku biarkan seperti air yang mengalir saja.”
Silvi pun tersenyum, seraya berkata “Tahu ga April, kamu itu teman aku yang paaaliinggg beda.”
“Paling beda? Maksudmu?”
“Iya, kamu itu teman aku yang paling sabar, paling baik, pokoknya semua yang bagus-bagus ada di diri kamu.”
“Silvi… Silvi.. Kamu terlalu berlebihan.”
Mereka tertawa bersama. Tapi, ada yang mengganjal di hati di hati April. Apakah dia sebaik yang di katakan Silvi? batin gadis imut itu.

Esok paginya, April datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya. Ia menemukan Puput sedang menangis tersedu-sedu di kelasnya.
“Puput” panggil April.
Puput menoleh. Tapi, ia tidak memedulikan April. Puput melanjutkan tangisannya.
“Kamu kenapa Put?” tanya April
“Kakekku.”
“Kakekmu kenapa?”
“Me…ninggal.”
Kata “Meninggal” sudah tidak asing terdengar di telinga gadis imut itu.
“Kamu yang sabar ya…” hanya kata itu yang dapat di katakan April. Puput menoleh, matanya menatap tajam April.
“Apa Pril! Kamu seenaknya saja bilang sabar ke aku. Kamu ga tahu kan rasanya kehilangan seseorang yang di sayang?” jerit Puput.
“Kamu lebih beruntung, Put. Aku kehilangan seluruh keluargaku.” kata April.
“Bohong kamu. Terus siapa yang mengurus kamu selama ini di rumah mewah itu? Pembantu?”
“Itu, orang tua angkatku.”
Puput tersentak kaget. April menceritakan seluruh kisah hidupnya kepada Puput. Kisah di saat gadis imut itu di tinggal oleh kedua orang tua untuk selama-lamanya dan satu persatu keluarganya pun meninggalkannya. Tangisan Puput semakin menjadi-jadi.
“Ma…af.” kata Puput di sela tangisnya.
April membawa Puput ke dalam pelukannya. Mereka menangis bersama-sama, dalam ikatan persahabatan.

Cerpen Karangan: Annida Hasan

Sumber :http://cerpenmu.com/cerpen-persahabatan/hanya-dengan-senyuman.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Menurutmu, apa yang membuat April selalu baik hati dan murah senyum, bahkan terhadap yang mengejek dan mencaci makinya?

2. Menurutmu, apa pesan moral dari cerita itu?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Senin, 05 Oktober 2020

Literasi Ep 35 : Rumah Persinggahan

Sosoknya masih mengembun di benak semua warga. Dari saban hari, aktifitasnya hanya mengumpulkan kamboja, menjemur dan menjual. Pak Suyasa, sudah rabun memang. Tapi tidak ada ragu bahwa ia akan tiba di rumahnya tepat sebelum malam berganti dini hari.

Sudah tiga hari jejak Pak Suyasa tidak membekas di jalan-jalan desa. Tiada lagi jalan yang terlihat bersih. Rumput meninggi di sudut rumah, guguran daun menutupi jalan, kelopak bunga menangis tak terjaga. Menjelang pagi, sosok pria tua ini muncul di ujung candi desa. Ia membawa sebuah sapu dan karung putih dekil. Sapu itu didapatnya dari mengumpulkan sisa tulang janur dan mengikatnya dengan tali dari batang pisang. Tali itupun ia temui di belakang gubuk yang ia bangun sepeninggalan istri tercintanya.

Pak Suyasa akan mulai mendatangi rumah pertama. Tangannya dengan lihai menari memungut guguran kamboja korban cuaca tempo hari. Setelahnya, gundukan sampah dan sisa keringat akan melebur di sudut rumah warga yang didatangi. Seperti biasa, Pak Suyasa akan pamit pergi dan melanjutkan aktifitasnya menjajal atmosfir ke rumah kedua, rumah ketiga, dan rumah-rumah selanjutnya hingga lututnya kaku. Atau, hingga penat di pikiran mengalahkan semangkuk ketela hangat sarapan pagi yang ia kunyah nikmat. Tubuhnya tak cukup kuat menahan terik matahari yang di campur pemanasan global. Ia hanya akan memungut kamboja hingga setengah desa lebih. Lalu, berhenti di sebuah rumah persinggahan.

Rumah itu unik. Atapnya berumbai daun kelapa tua. Dindinganya, menua bermotif guratan alam. Sangat jelas dinding itu dirangkai dari bambu muda yang diperintahkan meliuk dan menindih satu sama lain. Berandanya berkekuatan polesan tanah liat merah yang di ambil dari kali seberang desa. Beranda itu kokoh hingga sekarang. Seseorang pasti menghabiskan beberapa tahun untuk mengkreasikan diri membangun rumah itu. Orang yang menulis lagu balonku ada lima, orang yang menulis lagu pelangi, dan orang sama yang menulis lagu cening putri ayu1. Rumah itu begitu kecil, lahan satu are mungkin cukup untuk membuat tiga sampai empat rumah serupa. Kecil sekali. Rumah itu setidaknya mengetahui kematian Pak Suyasa yang meninggalkan misteri bagi penduduk desa.
“Ia memungut kamboja di pekaranganku, kemarin. Wajahnya biasa saja.” Kata seorang ibu di tengah orang yang berkumpul membicarakan Pak Suyasa.
“Aku sempat memberinya uang lebih. Suamiku lagi gajian.” Sahut ibu lain menimpali.
Perkumpulan itu dilanjutkan hingga malam menjemput mentari untuk ke peraduannya. Sangat banyak opini yang muncul. Ada yang bersua Pak Suyasa meninggal di makan harimau, tersesat di hutan, terpleset ke jurang hingga kena santet secara sengaja.
“Mungkin Pak Suyasa berada dalam rumah persinggahannya. Menjelang senja, ia sempat menyapaku dan menawarkan segelas air.” Kata seorang ibu pemalu di tengah polemik hilangnya Pak Suyasa.
Hanya ada beberapa orang yang acuh kepada saran itu. Yang lain, sibuk merangkai hiperbola untuk diberitakan saat menonton gosip artis, saat berbelanja di pasar, saat kumpul keluarga dan saat-saat lain.

Seminggu pasca tiada kabar dari Pak Suyasa, polemik telah mengudara melebihi gelombang radio nasional. Desa seberang mau tidak mau ikut campur dalam masalah ini. Penyebab yang paling populer adalah Pak Suyasa hilang karena kena santet. Mereka semua sibuk mencari. Bukan apa, hanya memikirkan kemungkinan orang yang memiliki kemampuan di luar nalar tersebut. Beribu nama muncul, tiada tindak lanjut.
Sementara, beberapa orang lain coba mendatangi rumah persinggahan Pak Suyasa. Memang aneh, Pak Suyasa bukanlah siapa-siapa sebelum dirinya hilang di telan bumi. Tiba-tiba, ia meledak bagaikan bakteri yang membelah ratusan kali dalam hitungan menit. Popularitasnya lebih tinggi dari artis retasan youtube. Salah satu dari 4 orang tersebut kebetulan seorang mantri kawakan desa. Orang ningrat. Penyuka misteri. Mereka sampai di rumah itu tengah hari. Beristirahat di beranda dan menenggak beberapa gelas air sembari menyusuri rumah mencari jasad Pak Suyasa. Mungkin mereka masuk ke dalamnya.

Seperginya empat pemuda tadi, desa semakin aneh. Empat orang itu tidak pernah kembali lagi ke rumah mereka. Istri sang mantri menangis sejadi-jadinya mengetahui suami tercintanya bernasib bak Pak Suyasa. Keluarga tiga orang lain juga, tiada bosan mengumbar kesedihan ke berbagai media desa. Mungkin mereka tidak menyangka, sosok yang mereka rengkuh berhari lalu telah tiada. Tapi, itulah hidup.

Berita tentang empat orang yang ikut-ikutan hilang kembali menetas ke semua desa di kecamatan daerah tersebut. Camat daerah yang awalnya hanya ngantor 3-4 jam menjadi rajin musiman. Ia sibuk mengobrol dengan bawahannya. Tentang Pak Suyasa dan empat orang yang hilang terkena santet. Setidaknya, itu yang semua anak buahnya serempak katakan. Entah kapan ia merumuskan pembangunan desa yang makin semraut di terjang moderenisasi. Atau, di serang pergaulan bebas dan penyakit degradasi moral yang menular. Ia lebih senang menghabiskan hari dengan bertukar kabar burung yang tidak jelas riuh rendah dengungnya.

Beberapa warga yang penasaran memutuskan untuk mencari Pak Suyasa, dan empat warga lain yang hilang. Kali ini, mereka membawa senjata tradisional seperti bambu runcing, arit, dan pedang panjang. Mungkin mereka berpikir ada sekelompok kanibal yang menghuni hutan di dekat rumah persinggahan Pak Suyasa. Atau bahkan di rumah itu? Tim SAR mendadak ini bergerak pada subuh hari. Menyusup, mencari kebenaran. Seorang bocah tanpa sengaja ikut menyusup. Menjelang siang hari, bocah itu pulang seorang diri karena di anggap masih bocah. Memang bocah.
“Mereka semua masuk ke dalam rumah kecil itu. Aku di suruh pulang.” Ratap anak kecil itu di dekapan ibunya saat ngerumpi dengan ibu-ibu lain.

Berita buruk kembali melanda desa. Kelompok pemuda itu, lagi-lagi, menghilang tak berbekas. Hilang dengan menyisakan sedih yang entah mengapa tidak lebih dari rasa penasaran warga. Mengundang ribuan pertanyaan lain yang tidak terpecahkan logika macam manapun.

Maka sepakatlah warga desa menyebut orang-orang tersebut hilang di dalam rumah. Sudah sangat jelas, sebelum hilang, jejak terakhir selalu mengarah pada rumah itu. Penduduk makin kalut dan terpaksa mendesak kepala desa untuk bergerak. Kepala desa tentu tak mau kehilangan muka. Ia mengajak seluruh pemuda dan pria dewasa berkumpul di aula desa pada hari minggu. Tujuannya, untuk melakukan pencarian. Hendaknya, kepala desa berpikir tidak akan mungkin seluruh pasukan kali ini –termasuk dirinya- akan hilang. Terlalu banyak. Tersebutlah pasukan besar tersebut bergerak bagaiakan koloni semut yang mencari seonggok roti yang jatuh pasrah menyambut tanah. Rumah persinggahan itu sudah di depan mata mereka. Satu demi satu orang masuk ke dalam rumah itu. Mereka masuk tanpa bertetes ragu bak telah di cuci otak oleh pemimpin, cara tradisional yang menguap lagi.

Betapa terkejutnya Camat mendengar seorang kepala desa dan seluruh pemudanya menghilang. Terkena santet, itulah yang di benaknya. Langsung ia menyuruh supir pribadinya menyiapkan mobil dan segera melaporkan ke Bupati di daerahnya. Tidak mau ambil repot, sang bupati tidak segan-segan melaporan ke gubernur prihal santet yang meresahkan warga tersebut. Pasalnya, warga satu kabupaten telah melupakan untuk apa mereka di kirim Tuhan menuju dunia. Semua warga sibuk mempermasalahkan apa, mengapa, bagaimana dan di mana. Tidak ada pikiran untuk bekerja, tidak ada pikiran untuk sekolah, tidak ada pikiran untuk melakukan kegiatan positif. Pembangunan menurun, sampah menumpuk, pengangguran menular bak virus influenza. Bupati bingung, kompi bantuan dikerahkan menuju lokasi, sementara laporan tentang hilangnya warga satu kecamatan di tempat Pak Suyasa sudah sampai di tangan Bupati. Tidur kini merupakan harta bagi Bupati malang itu.

Tentara kompi bantuan se-kabupaten tidak mendatangkan hasil maksimal. Semuanya hilang tak berbekas debu sekalipun. Bupati tambah bingung dengan kehebatan tukang santet yang bisa mengalahkan pasukan tentara bersenjata lengkap. Gubernur bertindak cepat dengan mengadakan rapat pleno. Hampir seluruh bupati memberi keluhan serupa dari rakyatnya. Kasihan bupati malang tersebut. Beberapa tidak sempat menghapus digit nol dari pajak rakyat dan menyimpan di saku rapat-rapat. Beberapa lain, kehilangan momen untuk mencari daun muda untuk di kunyah nikmat.

Bukti baru di temukan. Sebuah rumah persinggahan di duga sebagai tempat tinggal tukang santet tersebut. Bahkan sumber terpercaya menulis seluruh warga hilang di rumah itu. Bagaimana bisa rumah sekecil itu menampung lusinan orang yang hilang tak berbekas?

Singkat cerita, pemerintah pusat sudah mulai menerima laporan tentang tukang santet dan hilangnya penduduk dan Pak Suyasa. Tim dari intelejen negara bergerak menuju lokasi. Misi memasang CCTV diberi. Misi itu direncanakan sejak jauh-jauh hari.
“Hanya untuk memasang. Dan pergi!” perintah kepala Intelejen kepada anak buah terbaiknya.
Dua orang anak buah tersebut menyusuri tempat yang di tuju. Jalan-jalan kotor, tiada seorang penduduk yang ditemui. Tanah tertutup sampah setinggi lutut. Bau kamboja kering menusuk hidung menerbangkan sukma. Kepala BIN (Badan Intelejen Negara) duduk cemas menanti anak buah kepercayaannya. Pucuk di cinta ulampun tiba. Kedua anak buah itu tiba dengan selamat. Tanpa luka, tanpa cedera. Hanya saja, banyak mozaik yang terlupa oleh mereka. Setidaknya, mereka tidak meregang nyawa.

Sangat sedikit informasi yang bisa di korek dari dua intelejen negara yang selamat. BIN tidak tahu kenapa mereka selamat, dan puluhan intelejen lain tidak kembali pasca misi mereka memeriksa rumah tersebut. Apakah tukang santet tersebut sedang tidak di rumah? Apakah beberapa orang memang tidak masuk dalam kriteria? Entah. BIN menyerah dan melaporkan kepada jajaran kabinet kecuali presiden yang selalu sibuk setiap hari. Setiap waktu. Setidaknya, itu keterangan dari memo singkat di depan pintu ruangan beliau.

DPR mengadakan rapat pleno membahas hal ini. Seminggu penuh rapat itu di gelar, berbagai media meliput pasrah pasca berkurangnya penduduk negara kecil ini secara signifikan. Semua menghilang di rumah persinggahan itu. Kena santet? Setidaknya itu pemikiran yang coba di dukung kaum mayoritas. Rapat tersebut mendapatkan kesimpulan mencengangkan. Untuk menjaga kestabilan negara, maka akan di bentuk undang-undang santet. Betul-betul kontroversional. Setidaknya kalimat dalam pasal tersebut pasti sangat tangguh dan tegas. Hal yang tak terdefinisi kini coba diinterprestasi, bak manusia yang coba menjelaskan Tuhan dalam rangkaian not-not kalimat liris.

Berbagai ahli coba menguji keetisan undang-undang santet tanpa menghiraukan jumlah penduduk yang terus berkurang. Jalan-jalan menuju desa Pak Suyasa akan sangat ramai pada jam tertentu. Rombongan warga bermacam kendaraan melintas. Tak kembali, seorangpun. Padahal desa itu adalah desa paling ujung, bak gang buntu di tengah semraut ibu kota. CCTV menunjukkan sangat banyak orang masuk ke rumah itu. Mereka antri untuk mengobati penasaran yang sudah menembus batas realitas di otak. Tidak jelas apakah CCTV berbohong, akan tetapi tidak ada sebutir debupun yang keluar dari rumah persinggahan kecil itu. Rumah itu kosong, bahkan. Bisa di lihat dari rongga dinding bambu yang agaknya di buat dengan tergesa. Rumah itu bak menampung penduduk satu negara. Apakah rumah itu memiliki jalan rahasia? Kemanakah orang-orang yang telah memasuki rumah itu? Apakah ada suatu tempat di balik tembok bambu keropos itu? Entahlah. Yang terlihat hanya laut luas dan tebing dalam. Rumah itu terletak di atas tebing yang di hantam lautan ganas berhias pemandangan sawah di sekitar rumah uzur itu.

Jam sudah menunjukkan lunch time. Presiden keluar dari peraduannya. Ruang sumpek yang pengap. Betapa bingungnya ia karena semua staffnya tidak ada di tempat. Tidak satupun. Nomor orang-orang kepercayaannya tidak aktif. Berada di luar jangkauan. Ia melangkah ke luar istana yang khusus dibuatkan untuknya. Gedung DPR hendak ia datangi. Terkejutlah presiden mendapati jalan yang lengang, suasana yang sepi, dan kondisi yang begitu tenang. Sangat berkebalikan dari hari normal. Dipercepatnya langkah hingga di gedung DPR. Ia menemukan sebuah surat yang ditujukan kepadanya. Surat tersebut menyatakan bahwa semua anggota DPR menjalankan studi banding ke sebuah desa di ujung pedalaman sana. Sangat jauh. Ia tahu desa tersebut sangat indah, asri dan terkenal seantero jagat. Iapun mengerti kode anak buahnya yang bermaksud plesiran. Mungkin hobi.

Sudah dua jam sang presiden duduk mematung di depan gedung DPR yang kosong. Menunggu manusia menyapanya. Terbalik dari hari-hari sebelumnya. Tiada pesan dan kesan dari orang-orang yang biasanya berebut melindungi dirinya dan tikus-tikus berdasi peliharaannya. Sang presiden terhenyak dan berkata sendiri.
“Betapa bodohnya aku. Mana mungkin ini kenyataan, aku pasti sedang bermimpi.” Secepatnya ia mengambil sedikit kulit pipi dengan kuku panjang yang belum sempat di potong oleh anak buahnya.
Ia merenggut dan mencubit pipinya. Kemudian, ia berteriak keras di negara sunyi itu.
“Awwwwwww! Sakit!”

Keterangan :
1 = Cening Putri Ayu merupakan sebuah lagu bali yang cukup terkenal. Pencipta lagu ini tidak diketahui secara jelas.

Cerpen Karangan: Gede Agus Andika Sani

Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-kehidupan/rumah-persinggahan.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Apa yang tidak kamu mengerti dari cerpen itu? 

2. Menurutmu, apa pesan moral dari cerita itu?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Minggu, 04 Oktober 2020

Literasi Pagi Ep 34 : Terbentuknya TNI

Presiden Soekarno tidak mengangkat menteri pertahanan setelah Indonesia memplokamirkan diri merdeka pada 17 Agustus 2019. Sebagai gantinya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengumumkan terbentuknya organisasi Badan Penolong Keluar Korban Perang yang di dalam keorganisasiannya mencakup Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Dalam buku The Road to Power: Indonesian Military Politics, 1945-1967, BKR secara samar-samar disebutkan berfungsi untuk memelihara keamaan bersama-sama dengan rakyat dan badan-badan negara yang bersangkutan. BKR ditempatkan di bawah pengarahan (Komite Nasional Indonesia Pusat) KNIP.

Dalam buku yang ditulis Ulf Sundhaussen tersebut semua pemuda berbagai latar belakang dipersilakan masuk ke dalam BKR. Tetapi kebanyakan yang mendaftar berasal dari bekas anggota PETA.

Pimpinan BKR juga berasal dari opsir-opsir PETA. Korps perwira BKR dengan cepat terikat dengan pemerintah. Displin mereka pun jauh lebih baik dibandingkan dengan organisasi kelaskaran yang menolak melebur ke dalam BKR. Organisasi kelaskaran tersebut juga enggan menerima perintah dari pemerintah.

Pendaratan pasukan Belanda pada akhir September 1945 memaksa pemerintah mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh untuk menentang invasi Belada dengan cara-cara militer. Maka pada 5 Oktober 1945 BKR diubah namanya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Dalam buku yang diterbitkan oleh Oxford University Press, Ulf menulis pergantian nama dari "Badan" menjadi "Tentara " meningkatkan struktur organisasi tersebut. Sebagian besar karena banyak perwira-perwira didikan Belanda yang BKR.

Sementara itu mantan opsir PETA tidak mendapatkan pendidikan staf. Tapi para mantan pasukan KNIL berpengalaman setidak-tidaknya dalam tugas-tugas staf. Karena itu mereka memenuhi syarat tugas pengorganisasian dan perencanaan militer. 

“Di antara kelima belas orang Indonesia dalam KNIL dengan pangkat letnan muda ke atas yang masih bertugas aktif dalam tahun 1942, tiga belas orang memutuskan untuk mendukung Republik,” tulis Ulf dalam buku yang terbit tahun 1982 ini. 

Pada 1942 di mana Indonesia diambil alih oleh Jepang para perwira KNIL tersebut beranggapan mereka dibebaskan tugas dari Belanda. Sekelompok opsir KNIL lainnya, yang dapat dibedakan dengan kelompok yang pertama sangat bergairah masuk ke dalam Angkatan Bersenjata Republik.

Ulf menulis ketika pembentukan TKR diumumkan, pada hari itu pula bekas Mayor KNIL Oerip Soemoharjdo yang telah pensiun sejak 1938 diangkat sebagai Kepala Markas Besar Umum TKR. Karena mantan pasukan PETA, terutama dari Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak menyukai opsir bekas KNIL, Oerip Soemohardjo ia tidak diangkat sebagai seorang panglima tentara. 

Panglima tentara diberikan kepada Suprijadi, pemimpin legendaris dan pemberontakan PETA di Blitar. Tapi pengakatan tersebut hanya simbolis. Karena sejak pemberontakan pada Februari itu Suprijadi tidak pernah terlihat lagi.

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar dibawah

1. Tanggal 5 Oktober 75 tahun silam adalah terbentuknya TNI yang bermula dari TKR. Padahal awal kemerdekaan pemerintah membentuk BKR. Apa yang membuat pemerintah mengubah BKR menjadi TKR?

2. "Sejak pemberontakan pada Februari itu Suprijadi tidak pernah terlihat lagi." Menurutmu, kemana/dimana Suprijadi?

Silakan salin jawaban kamu pada kotak jawaban di bawah ini (klik pada tulisan kotak jawaban di bawah ini)


Kamis, 01 Oktober 2020

(Literasi Ep 33) Petualangan Mencari Tahu Tentang Batik

Pada suatu hari, ada pelajaran yang disukai olehku dan juga teman-teman. Pelajaran yang kami sukai adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Kami suka pelajaran tersebut, karena guru yang mengajar adalah Ibu Eni. Bu Eni adalah sosok yang tegas, adil, dan dapat menghibur.

“Selamat pagi, Anak-anak,” sapa Bu Eni. “Selamat pagi, Bu,” jawab teman-teman.
“Sekarang pelajarannya adalah Bahasa Indonesia!” perintah Bu Eni. “Sekarang ambil buku kalian dan buka halaman 125!” sambung Bu Eni. Teman-teman pun akhirnya mengeluarkan buku Bahasa Indonesia dan membuka halaman 125. Setelah teman-teman membuka halaman 125, Bu Eni berkata, “Di situ dijelaskan bahwa kalian harus mengeksplor kebudayaan atau hasil karya dari Kota Pekalongan!” jelas Bu Eni. “Kalian paham?” sambung Bu Eni. Teman-teman pun menjawab secara serentak.

“Paham, Bu,” jawab teman-teman.
“Sekarang, Ibu akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok!” kata Bu Eni.
“Kelompok yang pertama adalah Rizal, Ali, Reza, Sheva, dan juga Naufal!” sambun Bu Eni.
Namaku adalah Muhammad Rizal. Aku lahir pada tahun 2000. Di rumah aku mempunyai teman yang bernama Ali, Reza, Sheva, dan Naufal. Mereka juga merupakan teman sekelas denganku.

Tidak beberapa lama kemudian, bunyi bel pulang sekolah akhirnya terdengar. “Sekarang kalian berkemas-kemas, berdoa, dan kemudian pulang!” perintah Bu Eni. Saat pulang sekolah, aku dan anggota kelompok berkumpul dahulu sebelum pulang untuk membahas tugas dari Ibu Eni. “Teman-teman!” kataku.
“Bagaimana ini? Kita akan mencari tentang apa di Kota Pekalongan?” sambungku.
“Bagaimana kalau kita membahas ini di rumah kamu besok siang?” kata Ali.
“Setuju,” jawabku dan yang lainnya.

Pada keesokan harinya, teman-teman anggota kelompok aku sudah datang di depan rumahku. Aku pun langsung mempersilahkan mereka untuk masuk. Setelah semuanya masuk, aku pun mengambilkan mereka makanan dan minuman. Aku pun langsung bergabung dengan teman yang lain.

“Jadi, kita akan mencari tentang apa di Kota Pekalongan?” tanyaku.
Semuanya pun kelihatannya sedang mencari ide. Tidak beberapa lama kemudian, Naufal dengan beraninya menjawab.
“Emm, bagaimana kalau kita mencari tahu lebih dalam tentang batik di Pekalongan?” kata Naufal.
“Benar juga kata Naufal!” jawab Sheva. Dengan serempak yang lainnya menjawab dengan serempak.
“Kami setuju dengan pendapatmu, Naufal,” Naufal pun menjawab, “Terima kasih!”

“Jadi, kita akan mencari tentang batik di mana?” tanya Ali.
“Bagaimana kalau kita mencari tahu di Museum Batik saja? Kan, letaknya dekat dengan rumah kita?” tanyaku.
“Ya sudah. Kita mencari tahu di Museum Batik saja,” kata Naufal.
“Ya aku setuju!” kata Reza. Mendengar perkataan Reza, yang lainnya pun mengikutinya.

Hari pun sudah mulai gelap. aku dan teman-teman akhirnya menyelesaikan kerja kelompok hari ini dan melanjutkannya pada esok harinya. aku pun berkata kepada teman-teman untuk pulang ke rumah masing-masing sebelum waktu maghrib tiba. “Teman-teman, kerja kelompok hari ini kita teruskan pada esok hari. Nanti kalian datang ke rumahku lagi pukul Sembilan pagi, ya!” kata aku. Teman-teman pun menjawab, “Ya sudah. Kami semua pulang dulu, ya!” kata Sheva.
“Assalamualaikum,” kata teman-teman.
“Waalaikumussalam,” jawabku.

Pada keesokan harinya, ternyata teman-teman sudah datang semua. Aku pun langsung mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah. Saat semuanya masuk, aku pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan ringan. Setelah dari dapur, aku langsung bergabung dengan teman-teman. Kami pun langsung mulai membahas pekerjaan kemarin. “Jadi, kita akan bertanya tentang apa pada saat di Museum Batik nanti?” tanyaku. Kelihatannya mereka bingung untuk menentukan pertanyaan. Tiba-tiba Reza mengeluarkan pendapatnya.

“Bagaimana kalau pertanyaan yang pertama adalah perbedaan antara batik pesisir dengan batik pedalaman?” ujar Reza.
“Terus pertanyaan yang kedua adalah perbedaan antara batik tulis dengan batik cap?” sambung Reza. “Bisa juga itu!” jawab Ali. “Aku mau berpendapat. Bagaimana kalau pertanyaan yang ketiga adalah bagian-bagian dari canting dengan disertai fungsinya?” ujar Naufal. “Bisa juga itu!” jawab Ali.

Setelah pertanyaannya terkumpul dan disepakati, kami semua langsung berangkat ke Museum Batik. Setelah 15 menit lamanya, akhirnya kami semua sampai di Museum Batik dan langsung masuk. Kami pun disambut dengan baik oleh pegawai di sana. Kami dipandu oleh Mbak Lastri. Beliau mengajak kami semua berkeliling Museum Batik. Setelah selesai kami pun diajak ke ruangan untuk membatik. Kami diberi kain mori dan kami disuruh menggambar sketsa. Setelah menggambar sketsa, kami disuruh untuk menebalinya dengan cairan lilin malam. Dalam keadaan yang serius ini, ternyata terjadi perkelahian antara Reza dengan Sheva. Kami pun memisahkan mereka dan meminta mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Setelah mendengarkan penjelasan dari mereka berdua, dapat disimpulkan bahwa Reza tidak sengaja menyenggol tangan Sheva yang sedang memegang canting. Ternyata cairan lilin yang ada di canting tumpah ke tangan Sehva dan ternyata Sheva tidak terima yang mengakibatkan perkelahian. Mereka pun saling bersalaman dan memberi maaf. Setelah permasalahan tersebut selesai, akhirnya aku bertanya ke Mbak Lastri, “Mbak, aku mau bertanya. Apa perbedaan antara batik pesisir dengan batik pedalaman?” tanyaku. Mbak Lastri pun menjawab, “Batik pesisir cenderung memiliki warna yang cerah, sedangkan batik pedalaman cenderung memiliki warna yang gelap,” ujar Mbak Lastri.

“Mbak, aku mau bertanya. Apa perbedaan dari batik tulis dengan batik cap?” tanya Ali. Mbak Lastri pun menjawab, “Batik tulis cara pembuatannya dengan menggunakan canting, sedangkan batik cap cara pembuatannya menggunakan canting cap,” ujar Mbak Lastri.
“Mbak, aku mau bertanya. Apa bagian dari canting dan fungsinya?” tanya Naufal. Mbak Lastri pun menjawab, “Canting memiliki beberapa bagian, yaitu gagang, nyamplungan, dan cucuk. Gagang memiliki fungsi sebagai pegangan, cucuk memiliki fungsi sebagai tempat keluarnya lilin malam, dan nyamplungan berfungsi sebagai tempat lilin malam,” jelas Mbak Lastri.

“Anak-anak. Mbak mau berpesan kepada kalian semua. Sebagai anak muda bangsa, kalian harus menjaga kebudayaan batik yang asli sebagai kebudayaan Indonesia. Kalau bisa, kalian harus melestarikan kebudayaan batik jika sudah besar nanti!” kata Mbak Lastri. “Kalian bisa?” sambung Mbak Lastri.
“Kami insya Allah bisa, Mbak!”

Karena hari sudah mulai gelap, akhirnya kami pulang untuk menyelesaikan tugas. Setelah sampai di rumah Reza, kami semua langsung membuat laporan tentang batik. Keesokan harinya, kami mengumpulkan laporan kami kepada Bu Eni. Tidak lama kemudian, Bu Eni mengumumkan siapa yang menjadi pemenang. Tiba-tiba, “Pemenangnya adalah kelompoknya Rizal!” kata Bu Eni. Kami sangat senang mendengarnya. Kami pun pulang dengan membawa hadiah dan penghargaan.

Cerpen Karangan: M Yusuf Abul Mahasin

Sumber :http://cerpenmu.com/cerpen-budaya/petualangan-mencari-tahu-tentang-batik.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Apa saja kegiatan yang mereka lakukan di museum batik?

2. Mengapa Reza dan Sheva berkelahi?

3. Kamu lebih suka mana: batik pesisir atau batik pedalaman? Mengapa?

4. Kamu lebih suka mana, batuk tulis atau batik cap? Mengapa?

5. Apa pesan baik tentahg batik dari cerpen tersebut?


Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)

Lembar Jawab Literasi Pagi



Rabu, 30 September 2020

(Literasi Pagi Ep 32) Makna Hari Kesaktian Pancasila

Klik link di bawah ini untuk menonton video 


Jawab pertanyaan berikut ini dalam buku literasi kamu dengan jawaban lengkap dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Mengapa tidak mudah melihat sisi positif dari pandemi yang terjadi sekarang ini?
2. Siapa Pahlawan Pancasila itu?
3. Apa makna "Lilin Pancasila yang menyala dalam pengorbanan tenaga medis"?
4. Apa pesan Bapak Menteri di Hari Kesaktian Pancasila ini?
5. Informasi apa yang menurut kamu paling menarik dan bermanfaat untuk kamu?

Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)

Lembar Jawaban Literasi Pagi


Selasa, 29 September 2020

(Literasi Pagi Ep 42) Semua Karena Nasehat-Nasehatnya

Aku adalah orang yang biasa-biasa saja dan lebih biasa diantara teman-temanku. Namaku Alya. Aku hidup sangat sederhana. Walau begitu, aku bersyukur bisa makan dan minum juga sekolah. Tapi, aku hidup tanpa teman. Teman-temanku lebih suka berteman dengan orang yang kehidupannya sederajat (kaya) dengan mereka. Aku sangat sering diejek oleh mereka.

Suatu hari, saat istirahat ke-dua aku berjalan untuk pergi sekedar jalan-jalan. Tiba-tiba, aku diteriaki.
“Itu dia! Ayo lemparkan senjata kalian!!!!” tak salah lagi. Itu adalah suara Tyas. Dia yang selalu membuat orang-orang untuk membenciku. Lalu, semua anak melemparkan benda-benda yang tak asing bagiku. Itu adalah telur, tepung, dan sampah. Mereka melemparkan itu berkali-kali. Aku hanya bisa meratapi nasibku sembari menangis sesenggukan.
“Survive! Survive!” kataku dalam hati.

“Berhenti!! Hentikan kelakuan kalian!” itu adalah suara Bu Dewi.
Semua anak langsung berlarian menuju kelas masing-masing. Bu Dewi langsung mendekatiku.

"Kamu nggak apa-apa?”

“Tidak apa-apa, bu” jawabku. Bu Dewi akhirnya, menyuruhku untuk pulang dan membersihkan diri dan seragam yang aku kenakan yang penuh dengan telur dan tepung yang menempel. Aku pulang dengan keadaan kotor. Orang-orang melihatku dengan perasaan iba.

Ada juga yang berkata bahwa aku orang gila. Sungguh menyakitkan hatiku. Rasanya seperti tertusuk pisau tajam.

“Assalamualaikum. Ibu!!” Aku langsung menangis dan berlutut di hadapan ibu.

“Ibu sudah dengar semuanya. Maafkan ibu, ya” aku langsung membersihkan diriku.

Keesokan paginya…

“Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu nak!” kata Bu Dewi.

“Assalamualaikum, namaku Ayra Rahesya Putri Raqueila. Panggil saja Ayra. Salam kenal” anak baru itu langsung duduk di kursi yang kosong dan lebih tepatnya di sebelahku. Aku melihatnya. Tampangnya membuatku semakin yakin bahwa dia orang yang berbeda denganku maksudku kaya.

Kulit tangannya yang putih semakin indah dilengkapi dengan jam tangan pink cerah, cincin emas, gelang yang bertuliskan ARPR, dan kutek merah cerah. Mungkin ARPR adalah singkatan namanya. Rambutnya lurus sekali dan hitam dilengkapi dengan bando merah dan anting-anting di telinganya.

“Hai! Siapa namamu?” tanyanya.

“Namaku Alya” pelajaran kembali berlangsung. Kami belajar biologi tentang ekosistem.

“Baiklah, ibu akan memberi kalian soal evaluasi. Yang nilainya paling bagus akan ibu beri hadiah setelah ujian besok” kata Bu Dewi. Aku paling bersemangat. Memang biasanya aku yang juara pertama, juara kedua Tyas, juara ketiga biasanya tidak menentu. Tapi, Tyas adalah anak yang paling menyaingi nilaiku. Disamping dia benci karena aku anak yang tidak sederajat dengannya dia juga benci karena, nilainya yang selalu lebih tinggi darinya.

Soal evaluasi pun dimulai. Kami diberi waktu 20 menit untuk mengerjakan soal evaluasi. Setelah mengerjakan soal, Bu Dewi mengoreksi hasilnya.

“Oya, soal ini nilainya akan saya masukkan ke daftar nilai. Jadi, ibu harap nilai kalian bagus-bagus dan yang nilainya jelek itu sudah risiko kalian karena, jarang belajar” ucap Bu Dewi.

Tak lama kemudian, hasil evaluasi kami dibagikan.

“Baik. Ibu akan mengambil nilai 5 besar. Satu, Alya Kaylila Gayatri dengan nilai 100. Dua, Tysana Rahma Azhari dengan nilai 98. Tiga, Chloe Rahisma Putri dengan nilai 96”

“Empat, Rahmawati Fitria dengan nilai 90. Kelima, Ayra Rahesya Putri Raqueila dengan nilai 88” semua anak yang dipanggil melonjak kegirangan kecuali, Tyas. Dia masih marah denganku.

Krinngg…. Krinngg…. bel istirahat berbunyi nyaring. Aku pergi ke taman. Tiba-tiba, ada seseorang duduk di sebelahku. Itu adalah Ayra. Aku sedikit geser.

“Mengapa kamu menjauhiku?” tanyanya.

“Itu karena, kita berbeda. Kau kaya dan aku sederhana. Aku takut kalau kau nanti akan membenciku seperti halnya teman-temanku” ucapku.

“Aku takkan seperti itu”

“Apa buktinya?” Aku berteriak

“Hai Ayra! Ikut aku yuk!” Tyas lagi dan lagi. Pasti dia mau membuat Ayra supaya, menjauhiku. Sebal…!

“Maaf, tapi aku sudah ada janji dengannya. Maaf!” Ayra menunjukku.

“Kenapa tidak? Bersamaku lebih asyik dan seru. Kita akan bermain dan aku akan mentraktir kamu makanan sepuasnya!” rayu Tyas lagi.

“Tapi, aku sudah janji. Janjiku harus ditepati” tegasnya. Dengan sebal dia pergi.

“Mengapa kau tak bersamanya saja?! Aku yakin sebentar lagi kau akan tergoda oleh rayuannya itu!” ketusku.

“Alya, setiap orang itu sama. Mau yang kaya, miskin, tua, ataupun muda. Yang membedakan hanya sifat dan hati nurani yang dimiliki. Aku tahu temanmu, Tyas ingin menjauhkan diriku darimu. Padahal, aku tahu kamu itu orangnya baik hati, sabar, dan bertahan. Aku tahu kamu itu hanya ingin semua orang mengerti perasaanmu. Kamu hanya ingin berteman supaya, makin banyak yang mengenal dan menyayangimu. Aku ingin bersahabat dengan kamu” jelas Ayra. Aku langsung memeluk Ayra.

“Terima kasih kamu udah mau ngertiin perasaanku. Maaf, tadi aku sempat marah dan membentakmu. Fine, mulai sekarang kita sahabatan”

“Iya” katanya.

Sejak saat itu aku bersahabat dengan Ayra. Dan semakin lama teman-temanku banyak yang berubah. Mereka meminta maaf kepadaku atas kesalahan mereka selama ini terhadapku. Teman-temanku pun semakin banyak. Ini semua berkat Ayra. Terima kasih Ayra!!!


Cerpen Karangan: Dian Kalila Sumbogo

Sumber http://cerpenmu.com/cerpen-persahabatan/semua-karena-nasihat-nasihatnya.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Jika kamu menjadi bagian dari siswa di dalam kelas Bu Dewi, bagaimana sikapmu kepada Alya?

2. Jika kamu menjadi bagian dari siswa di dalam kelas Bu Dewi, bagaimana sikapmu kepada Tyas?

3. Menurutmu, cara Bu Dewi merespon setiap kejadian di kelas apakah sudah tepat? Jelaskan.

4. Menurutmu, siapa tokoh yang karakternya paling kamu sukai pada cerita itu? Berikan penjelasan.

5. Apa pesan moral atau pelajaran bermakna yang kamu dapatkan dari cerpen di atas?

Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)

Lembar Jawab Literasi Pagi


Senin, 28 September 2020

(Literasi Pagi Ep 31) Anak Ayam Paling Mungil

Di sebuah pohon besar, seekor burung penyanyi bersarang. Di bawah pohon itu, seekor induk ayam sedang mengeram. Saat induk burung penyanyi pergi, tanpa sengaja sebutir telurnya jatuh. Wah, jatuhnya tepat di dalam sarang ayam. Telur mungil itu tergeletak di tengah-tengah telur lainnya. Sorenya, induk ayam pulang dari mencari makan. Ia tidak sadar kalau telur-telurnya bertambah satu. Ia mengerami telur itu sampai semuanya menetas.

Ketika memandangi anak-anaknya yang baru menetas, induk ayam bingung. Salah satu anaknya kecil sekali dibandingkan anak-anak lain. Tetapi, ia tetap menyayanginya. Sekelompok anak ayam nakal sering mengejek anak burung itu. Namun, anak burung itu tetap bahagia bersama keluarganya. Induk dan saudara-saudaranya selalu menjaganya. Sang induk ayam juga sering menghiburnya. “Suatu saat, kamu akan dikagumi. Asal kamu tidak menyerah, mencari apa yang paling kamu bisa,” pesannya.

Suatu hari, sekelompok anak ayam nakal mengejarnya. Kebetulan, saudara-saudara si anak burung sedang pergi. Jadi, tidak ada yang menjaganya. Anak burung berlari ketakutan. Karena panik, tanpa sengaja ia mengepakkan sayapnya. Semakin lama, semakin cepat. Tubuhnya lalu mulai terangkat. Semakin lama, semakin tinggi. Anak-anak ayam nakal tidak bisa lagi menjangkaunya. “Wah, kamu hebat. Bisa terbang setinggi itu!” teriak saudara-saudara anak burung yang baru datang.

Anak burung itu kebingungan. Ternyata ia bisa terbang. Ibunya benar. Ia akan dikagumi. Sejak saat itu, anak burung rajin belajar terbang. Jika lelah, ia bertengger di atas pohon. Saat berada di atas pohon, anak burung kadang merasa sepi. Maka, ia pun mulai bernyanyi. Suaranya yang merdu terdengar oleh gadis petani. Gadis itu merasa bahagia dan menebarkan remah-remah roti sebagai hadiah. Anak burung membawa pulang remah-remah roti itu. Ia memakannya bersama induk dan saudara-saudaranya. Bila berlebih, induk ayam akan membagikannya pada ayam-ayam lain. Anak burung kini bahagia. Mesik tubuhnya mungil, ia berhasil menjadi makhluk yang dikagumi. Tidak hanya oleh para ayam, tetapi juga manusia. Karena, ia pandai berny anyi.

The End

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald

Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-fabel-hewan/anak-ayam-paling-mungil.html

Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Mengapa si anak ayam mungil berbeda dibanding saudara-saudaranya?

2. Mengapa si anak ayam mungil tetap bahagia meski sering diejek?

3. Keadaan yang bagaimana yang membuat si anak ayam mungil menyadari kelebihan dirinya dapat terbang?

4. Menurutmu, siapa tokoh yang karakternya paling baik pada cerita itu? Berikan penjelasan.

5. Apa pesan moral yang kamu dapatkan dari fabel di atas?

Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)

Lembar Jawab Literasi Pagi


Minggu, 27 September 2020

(Literasi Pagi Ep.30) Apakah Dalam Era Pandemi Lingkungan Membaik?

Klik link di bawah ini untuk menonton video 


Jawab pertanyaan berikut ini dalam buku literasi kamu dengan jawaban lengkap dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.

1. Apa maksud dari pernyataan "permasalahan itu ibarat koin"?
2. Benarkah pandemi membuat lingkungan membaik?
3. Apa maksud dari pernyataan "udara kotor ibarat bensin yang memperparah serangan virus Corona"?
4. Apa kaitan antara kebakaran hutan dengan virus Corona?
5. Informasi apa yang menurut kamu paling bermanfaat?
Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)





Sabtu, 26 September 2020

Koleksi Karya Siswa 25 September 2020

Azka Naufal Tsaqib 628Cerita/cerpenLatihan bolaPada hari kamis kemarin saya latihan bola. Di hari Kamis itu adalah persiapan akhir untuk mengikuti event di pangandaran. Ke Pangandaran berangkat setelah Jum at' an. Disana menginap di rumah yang dekat dengan lapangan bola.
Jonathan629PuisiSahabatsahabat........
kau temani ku dalam suka dan duka
kau bagaikan pahlawan untuk ku
disaat ku lagi sedih kau kuatkan ku
disaat ku lagi bahagia kau jaga hatiku

sahabat....
tetaplah bersama ku disini
meraih mimpi bersamaku
ku yakinkan dirimu bisa
kau yakinkan diriku ku bisa

sahabat.....
adalah teman terbaik ku
terimakasih untuk semuanya
takkan ku lupakan kenangan yg indah ini
your my bets friend forever
Carissa Daniswara Anwar47Cerita/cerpenBermain Bersama KucingKemarin hari Senin aku melihat ada kucing dan aku ambil deh dia lucu banget Dan aku bermain bersamannya hingga sekarang...
C.Hansen.R68Cerita/cerpenBukuBuku Adalah Benda Kesayanganku.Dari Buku Kita Bisa Mendapat Ilmu Dan Pengetahuan Lainnya.Buku Adalah Benda Yang Aku Pakai Setiap Hari.Terkadang Jika Ada Waktu Luang Aku Akan Membaca Baca Buku.Buku Juga Harus Diberi Sampul Dan Dirawat Agar Tidak Rusak,Jika Rusak Kita Akan Susah Untuk Membacanya.Buku Adalah Jendela Dunia, Dan Kegiatan Membaca Buku Merupakan Suatu Cara Untuk Membuka Jendela Tersebut Agar Kita Bisa Mengetahui Lebih Tentang Dunia Yang Belum Kita Tahu Sebelumnya.
Irasshai TR613Cerita/cerpenCleaning dayPada hari sabtu lalu aku melakukan bersih bersih bersama adik itu sangat seru menyapu memilah sampah membuang barang bekas dan banyak aktivitas lainnya
Chika fitri divana48Cerita/cerpenBenda Yang Ku SayangBenda Yang Sangat Ku Sayang Adalah Buku,Karena Buku Dapat Menambah Ilmu,Aku Juga Sangat Menyukai Buku Cerita,Karena Cerita Jaman Dahulu Sangat Seru,Dan Satu Lagi Aku Sangat Menyukai Buku Gambar,Karena Kita Bisa Menggambar Yang Kita Mau,Aku Selalu Menjaga Dan Menaruh Buku-Buku Itu Dengan Teliti Karena aku Sangat Menyayangi Mereka
Fawwaz hafizh alwan412Cerita/cerpenSepeda kesayanganSuatu hari tepat di hari ulang tahunku aku dapat kado sepeda baru dari om, aku senang sekali dengan sepeda itu, sampai sekarang sepeda kesayanganku masih aku rawat dan aku pakai, dengan menggunakan sepeda aku bisa main bersama dengan teman teman, bisa olahraga muter muter keliling majenang, aku sayang sekali sama sepeda itu......
Narendra Firaz Alano423Cerita/cerpenRaketku semangatku Saya mempunyai benda kesayangan yaitu Raket badminton.Raketku itu selalu menemaniku setiap saya les di GoR .Dari kelima raket yang saya punya ada satu raket yang menjadi kesayanganku,yaitu Raket yang diberi eyang Kakung.Raket itu juga dulu dipakai eyang bermain badminton di GoR.Setelah eyang sepuh dan tidak lagi main maka raket itu diberikan kepada saya.Raket warisan kataku hee...Semoga saya lebih semangat lagi bersama raket kesayangan dan raket-raketku yang lain.Dan semoga saya bisa untuk selalu berprestasi disekolah maupun di lapangan badminton.aamiin...
Pramesti Hutami Atmaja424Cerita/cerpenBoneka kesayanganku TimiTimi ia adalah boneka kesayanganku tapi sekarang aku sudah tidak memainkan nya karena sekarang saya harus lebih memandang pelajaran.
Dulu saat saya kecil saya tidak bisa tidur jika tidak ada Timi dan saat Timi akan di cuci saya terkadang menangis. Saya sangat senang saat ada waktu untuk bermain senang Timi.
JUHARI HANDAYANI TSAQIB413Cerita/cerpenBenda kesayanganHari ini 25 September 2020.Saya menyukai barang yang bisa bergerak .Saya suka mengendarai benda itu setiap hari.
Benda itu adalah motor yang membawa saya kemana mana. Motor itu adalah beat pabrikan Honda.
Meychelin valencia santoso. 419Puisi "Pussy Kucingku" "Pussy Kucingku"
Pussy....
Kau kucing kesayanganku
Kau lucu sekali
Pussy....
Kau imut sekali
Aku pasti menjaga dirimu dan selalu
Menyayangimu
Aku juga selalu memberi makanmu

Pussy....
Kau sahabatku yang baik sekali
Kau membuatku tersenyum selalu
Fhaeyza Rafif Putra Negrita610PantunTidak boleh bertengkarBurung beo dalam sangkar
Sibuk mematuk buah cermai
Kenapa kita bertengkar
Lebih baik berdamai
Queena Lakeisha 620Cerita/cerpenBenda Kesayangan Semua orang pasti memiliki benda kesayangan . Salah satu benda kesayangan adalah Squishi gigi . Karena benda itu berbau wangi . Wangi permen . Aku sangat suka . Karena itu aku agak jarang memainkannya . Warna Squishi itu adalah biru , ungu , dan biru tua . Dan di bagian atasnya terdapat bentuk krim yang berwarna biru tua . Aku sangat menyayanginya . Dan aku selalu menaruhnya di tempat nya yaitu didalam plastiknya
Maira Maharani Purwanto517Cerita/cerpenPulpen kesayanganPada suatu hari ayah saya blm sempat pulang selama 2 minggu karena ad virus corona dan minggu berikutnya ayah saya pulang dan memberi saya pulpen yg cantik dan pulpen itu pemberian yg berharga lalau ak jaga dan rawat baik2
Vehnaz Sheria428Cerita/cerpenBermainDi pagi hari aku berangkat ke sekolah lalu teman ku mengajak ke rumah nya mengerjakan pr dari pak guru dan sepulang sekolah teman ku memanggil ku dan suruh aku berangkat jam 1 sampai jam 3 lalu aku pulang kerumah dan meminta izin kepada mamah ku dan boleh dan aku berangkat kerumah teman yang tadi mengajak nya lalu ada teman yang suruh ikut dengan yang sudah berdiskusi
Azkiya Raissa Harnum55Cerita/cerpenSeleksi Pesta Siaga Mendadak Saat siang hari aku dipilih untuk mengikuti seleksi pesta siaga mendadak dan teman temanku juga ada yang diajak yaitu Fairuz,Ignes,M.radit,Agfan tapi sayangnya yang dipilih yang masih umur sepuluh tahun dan Agfan sudah sebelas tahun sedangkan ignes 18 Oktober dia ulang tahun ke sebelas tahun.Jadinya ya sudah harapan laki lakinya cuma M Radit .Aku dan Fay tidak bersaingan di seleksi ini karena dari dulu kami adalah sahabat dari TK sampai sekarang.Akhirnya yang kepilih adalah Fairuz.Walaupun saya tidak kepilih saya tidak berkecil hati karena nanti akan ikut seleksi di lomba lain aku putuskan aku ingin mengikuti lomba Olimpiade IPA setiap buku yang bertulis IPA harus di baca dan juga menuliskan rumus hapal IPA.Aku pun juga mendapatkan buku besar yang berisi semua tentang IPA dari Kakakku saat aku ulang tahun.Dan saat lomba temanku yang mengikuti lomba itu memengkannya .
kira Nazilla fitri 615Cerita/cerpenBenda kesayangankuPada hari ini aku sangat menyukain benda kesayanganku yg baru saja aku dan teman-temanku.aku baru saja membelinya pada hari kamis 24 September 2020.Aku dan teman temanku membelinya dirumahku karna aku yg menjualnya. Dan maka dari itu aku dan teman temanku untuk menabung selama 1 minggu untuk mendapatkan uang 15rb (harganya).setelah aku temanku membelinya sangat bagus dan gembira karna ini bisa membuat kita semakin percaya diri akan tampilan kita yaitu kacamata
Najwa reiza anjani522PantunNajwaHai kamu yang sedang belajar dirumah
Tidak apa apa walau belajar dirumah
Yang penting sehat dan bisa belajar
Keyla Nadinia415PuisiBenda KesayanganBonekaku

Kau menemaniku di setiap waktu
Kau selalu setia menghiburku
membuat indah hari-hariku
Kaulah teman kesayanganku
Walau kau hanya sebuah benda yang tak dapat bicara
Bermain denganmu membuatku bahagia
Abdul Aziz Umar61PantunPantun Disana gunung disini gunung
Di tengah tengah gunung Rajabasa
Kesana bingung kesitu bingung
Lebih baik ke sekolah
Shesiliana Anabela624PantunKesayangankuPergi ke salon buat manikur
Itu untuk merawat kuku
Benda panjang ada dikasur
Itulah barang kesayanganku
Mochammad Raditya Alfarizi518PantunBenda KesayanganDuduk santai di atas bangku
Sambil makan kue putu
Aku suka jam tanganku
Karna selalu mengingatkanku waktu

Ke toko besi membeli paku
Naik sepeda bersama temanku
Aku suka sepatu bolaku
Karna itu hadiah dari Ayahku
Aufa Quth Raam 54PuisiBenda KesayanganBenda kesayangan.........
Benda kesayangan ku adalah bantal...
Aku tidur dengan bantal..
Aku sangat suka dengan bantal..

Aku tidak suka bantal yg terlalu keras..
Aku suka bantal yg empuk..
Tidak terlalu kempes dan tidak terlalu keras..
Aku juga tidak suka bantal yg besar..
Richelle Angelia Liu527Cerita/cerpenMembeli Ikan BaruKemarin ayahku membeli ikan baru.Warna ikan itu adalah jingga.Ikan tersebut berjenis ikan parrot kingkong.Ikan itu masih kecil dan sangat imut.Ayahku membeli ikan tersebut dipasar.Sebelum membeli ikan ini ayahku menjual ikan - ikan yang kecil sehingga yang tersisa ikan koi.Aku mempunyai dua ikan parrot,satu masih kecil,dan satunya ukurannya sedang.
Anindya Afra Camila Zulfa63Cerita/cerpenKupu-Kupu yang baik hatiDi sebuah taman yang cantik, seekor semut kecil berjalan-jalan mengelilingi taman di pagi hari yang cerah. Sungguh hari yang indah untuk menikmati pemandangan taman dan saling menyapa dengan hewan yang lain. Lalu kemudian semut melihat ada sebuah kepompong menggantung di salah satu tanaman.

Semut kemudian berkata,”Kasian sekali kamu kepompong, sudah jelek tidak bisa ke mana-mana lagi. Ayo turun dan nikmati taman yang cantik ini!” Tapi kepompong tersebut diam saja dan tidak menanggapi semut. Kemudian semut pun melanjutkan jalan-jalannya tanpa menghiraukan kepompong.

Suatu hari karena kecerobohannya, semut jatuh ke dalam kubangan lumpur karena semalam hujan lebat. Karena tidak bisa berenang dan keluar dari lumpur, semut pun berteriak minta tolong. Kebetulan ada seekor kupu-kupu cantik yang melintas dan melihat semut yang sedang kesusahan.

Diambilnya ranting kecil kemudian diulurkannya ke arah semut, “Ayo semut! Raih ranting ini dan aku akan mengangkatmu keluar dari lumpur!” Semut pun meraih ranting tersebut dan berhasil keluar dari jebakan lumpur. Ketika akan berterima kasih kepada kupu-kupu, betapa malunya semut bahwa yang telah menyelamatkannya adalah kepompong jelek yang ia hina tempo hari. Ia pun meminta maaf pada kupu-kupu dan kupu-kupu pun memaafkannya.

Contoh cerita pendek anak sekolah dasar di atas bisa mengajarkan anak untuk tidak dengan mudah menilai orang lain hanya dari penampilannya saja. Mengejek orang lain hanya karena penampilannya yang berbeda bisa menyakiti hati orang. Selain itu pesan moral lainnya adalah dengan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kupu-kupu yang tadinya diejek oleh semut tidak segan untuk memberikan bantuan ketika semut berada dalam masalah sehingga semut keburukan bisa diubah menjadi kebaikan.
Muhammad Rizki umar520PantunBelajarlahJalan-jalan ke Semarang
Bandeng bandeng tanpa duri
Belajar lah mulai sekarang
Untuk bekal kemudian hari
Bhilal Nugroho Wibisono65PantunCelenganAda layangan jatuh diatas genting
Jatuh nya di siang bolong
Alangkah indah nya menabung
Untuk masa depan cemerlang
KHAIFA YORI JUNSE PRASYAH416Cerita/cerpenBeruang Kesayangan Aku memiliki boneka beruang yang sangat lucu boneka itu slalu membuat ku bahagia aku ingin boneka beruang ku menjadi teman ku saat pandemi covid 19.
Muhamad Ghani Ardiansyah420Cerita/cerpenBenda kesayangan kuBenda kesukaanku adalah drone.drone itu diberikan oleh Ayahku aku sangat menyukainya hampir setiap hari aku bermain bersamanya tetapi suatu hari saat aku bermain drone itu hilang kendali dan terbang entah kemana. yang sangat sedih.sudah 1 tahun berlalu lalu Drone itu ditemui di hutan tetanggaku Aku tidak tahu kalau drone ku ada disana Dan aku sangat senang aku berjanji kepada ayah agar aku tidak menghilangkan Drone ku lagi.
Velian Carroline Kristiyono.529Cerita/cerpenCamping bersama teman karate. Pada hari libur aku dan teman karate ku camping bersama di lapangan. Di sana aku dan temanku menyiapkan tenda, dalam 1 tim harus membawa 1 senter dan karpet untuk alas tidur.

Pada malam hari, kita menyalakan api unggun bersama akang/pelatih kita. Susana di sana sangat menyenangkan, tetapi kita tidak bisa tidur, karena tenda kita panas sekali. Akhirnya kita semua bangun dengan tim yg lainnya untuk keluar dari tenda.

Pada waktu tersebut kita menemani teman kita yg mau makan dan akhirnya kita semua lapar.Dan aku bilang "gimana kalau kita membakar singkong kan ada api unggun!". Pagi pun tiba, akhirnya kita sholat subuh. Pada waktu itu akang/pelatih kita belum bangun. Dan akhirnya akang kita bangun jam 05.30 kita semua bangun dari jam 00.02 sampai skg kita belum juga tidur.
Monica Ignes Alviana519PantunBenda kesayangan.Melihat boneka berwarna cokelat
Anak cantik memakai pita
Setiap hari harus semngat
Untuk mengejar cita-cita

Beli buku di Pak Amar
Jangan lupa membeli pena
Rajin-rajinlah belajar
Agar kmu menjadi pintar.
Keandre Rizkia Adinata614PuisiBuku Buku.......

Kau adalah sumber ilmu
Dimana aku belajar dan membaca
Kau adalah jendela ilmu
Dari aku tak tahu sampai tahu

Halaman demi halaman
Lembar demi lembar
Terima kasih buku
Tuk menggapai cita cita ku
Indra Fantastic Gunawan512Cerita/cerpenTablet Adalah Benda Kesayangan Ku.Tablet adalah benda kesayangan ku karena itu tablet berguna juga untuk media belajar online / daring yang gampang digunakan dikalangan anak - anak maupun dewasa. Tabletku juga berguna untuk belajar beberapa macam bahasa seperti inggris dan jepang.
Anindiya raina putri Johan 53PantunBenda kesayanganBuku baru lagi rapi
Duduk santai makan ketan
Olahraga tiap pagi
Dengan sepeda kesayangan

Pergi ke nenek bawa semangka
Anak kecil pakai celana
Aku suka bersepeda
Buat hati gembira
Farah Hasna Dhia Syarafana411PuisiBoneka Barbie kuBoneka Barbie ku
Kamu lucu
Cantik parasmu
Indah matamu

Setiap saat ku melihatmu
Memainkanmu
Setiap sebelum tidur ku

Aku sayang padamu
Boneka Berbie ku.
Salsabila bilqis a622PantunBenda kesayanganIbu dan adik sedang dandan
Yang akan membeli buku
Aku sangat menyukai jam tangan
Yang menghiasi tanganku

Meitri Nastari Wijaya618PantunBenda kesayanganPergi ke Lapangan menerbangkan drone
Drone dijatuhkan dengan sengaja
Benda kesayangan ku adalah Handphone
Bisa dipakai untuk apa saja
Kevin Setiawan414Cerita/cerpenPistol mainanPada saat itu aku dan kakaku pergi ke pasar untuk membeli sayu.Dan setelah beli sayur aku dan kakaku pulang.Dan saat sampai di rumah kakaku lupa kalo harus beli buah.Dengan cepat aku dan kakaku pergi ke pasar lagi untuk membeli buah.Didalam perjalanan aku melihat ada mainan kesukaanku lalu kata kakaku nanti belinya setelah pulang dari pasar aku dan kakaku sudah membeli buah sekarang aku dan kakaku menuju toko mainan untuk membeli pistol mainan yang alu suka.setelah itu aku pulang dengan bahagia
Parama Mangalik524PantunBenda kesukaanKepasar membeli mangga
Pulangnya membeli kelapa
Aku suka berolahraga
Olahraganya adalah bersepeda
Aabid Zhafran Muhammad.41.Cerita/cerpenBenda Kesayanganku.Buku adalah benda Kesayanganku.Setiap hari aku membaca buku. Saat mengerjakan soal aku tak pernah kesusahan karena sudah membaca buku.
Bilqist Keysa Vallery Vito67PantunBenda kesayanganJalan jalan ke Belanda
Jangan lupa beli mangga
Aku sayang sepeda
Sepeda harus dijaga
ELVINA IDA AYU ALMIRAH410Cerita/cerpenBenda kesayangankuDibelikan boneka oleh ayah
Akhmad dzaki baehaqi402Cerita/cerpenSepeda KesayangankuWaktu hari minggu jalan jalan memakai sepeda kesayanganku
Sepeda kesayanganku berwarna biru. Aku sangat menyukainya karena ia telah membantuku mengantarkan aku kemana aku pergi. Dengan sepeda kesayanganku aku pergi bersama teman teman. Pergi ke masjid , pergi ke warung jika disuruh ibu, Olah raga memakai sepeda, dan lain-lain.
Pada suatu hati , waktu maghrib tiba,
aku berangkat ke masjid memakai sepeda kesayanganku, lalu aku sholat dan waktu pulang dari masjid aku mau pulang tapi tabrakan sama sepeda lain
Oh,..sepeda kesayanganku..maafkan aku ,aku kurang hati-hati. Aku akan memperbaikimu dan alan selalu berhati-hati memakaimu.
Fiorenza Earlene Malika Putri Dasirin 611Cerita/cerpenJurnalku Halo, Namaku Fiorenza Earlene Malika Putri Dasirin, Aku kelas 6, Umurku 11, aku mempunyai jurnal. Kadang aku menulis jurnalku tentang kegiatan ku sehari hari. Seperti bepergian ke pantai, berenang di kolam renang, dll. Kadang menceritakan tentang orang orang special ku juga. Dan juga kadang menceritakan kucingku juga.

Dan juga setiap tidak ada kerjaan, aku menghiasnya. Kadang juga ditempel foto polaroid. Kugunakan brus pen dan spidol untuk mewarnain nya. Aku juga suka membaca yang aku tulis. Hingga sampai lembar akhir biasanya ku baca dan itu sangat menyenangkan. Dan ku tempelin bunga juga untuk menghias nya juga.
Keano alvaro atharsyah514PuisiSEPEDAKUKau teman setiaku
Menemaniku kemanapun aku pergi
Semua kegiatanku
Menjadi lebih ringan karena kau selalu disini

Sepedaku
Aku sungguh sayang padamu
Tanpamu
Aku tidak bisa banyak melakukan aktifitasku

Kau akan selalu ku jaga
Kurawat dengan sepenuh hatiku
Agar kau selalu ada
Menemani setiap hariku
Andwa danang priatna44PantunAlat tulisKe toko alat tulis beli pensil
Tidak lupa membeli penghapus
Jika kamu ingin berhasil
Tuntutlah ilmu jangan sampai putus
Shandy banyu perdana426Cerita/cerpenSepedaSudah tidak asing lagi kita melihat orang bersepeda, dari anak anak sampai orang tua. Saya pun begitu tiap hari kemana mana bersepeda..sepeda berwarna orange pemberian dari mbah adalah benda kesayanganku.
Fairuz Aulia Yahya56PuisiBuku HarianDikala senja,
Alam memperlihatkan pesonanya
Dibawah pohon tepatnya
Aku duduk diam dengan nyaman

Kau temani ku disana
Selalu dan tak pernah bosan akan hal itu
Setiap hari ku berbagi
Berbagi kisah perjalanan hidup
Didalam skenario-Nya
Yang penuh dengan sejuta tanda tanya

Kadang cerita terlukis bahagia
Kadang malah tertuang duka
Kau Tak pernah banyak membantah
Ketika aku mulai bicara
Bicara dalam bentuk aksara.
Muhammad Gyasi Arfa Afisena422PantunKucingAda kucing dikejar ular
Melompat kepohon jambu
Jadilah anak yang rajin belajar
Agar tercapai cita-citamu

Kenes Adlyn Nugroho431PantunBenda kesayangankuAda gitar ada biola
Gitar dipetik menggunakan kuku
Setiap hari bermain bola
Karena bola benda kesayanganku
Mozhafira Fariishta Putri.421.Cerita/cerpenBoneka beruang kesayanganku.Pada pagi hari aku sangat senang. Karena pada pagi hari ini saya berulang tahun. Saya pun merayakan ulang tahun saya bersama teman-teman dan keluarga. Saya menerima banyak hadiah. Dari semua hadiah saya paling suka boneka beruang. Saya sangat senang. Dan saya menjaga boneka beruang itu dengan baik dan senang hati.
azkianasywa hani saputri433Cerita/cerpenbenda kesayanganAku suka membaca Buku favorit ku adalah buku cerita rakyat Saya telah membaca semua halamannya .

Saya suka Karena buku ini begitu imajinatif Ceritanya begitu menakjubkan . Ketika membaca buku , kadang-kadang aku membayangkan diriku belajar dari pesan normal yang ada di dalam buku cerita.
Fransisca612PuisiBenda Kesayanganku Kasur.. Kesayanganku
Disana aku dapat tidur, terkadang membaca buku
Memainkan mainan bersama anjing kesayangan ku
Terkadang bermain game online
bersama teman² ku

Disitu tempat istirahat.... tetapi biasa ku jadikan tempat serbaguna
Mulai bangun tidur, mengerjakan soal terkadang jika malas.. kasur temparnya
Banyak barang ku.. yang terkadang tidak berguna
Namun ku simpan sebagai jaga² bila diperlukan di saatnya
Maria Yonara Theresia Patriot418Cerita/cerpenPergi Ke Bandung Hari ini ayah ku pergi ke Bandung untuk bertemu dengan sepupuku.
Kemarin malam aku membantu ibuku membereskan baju baju ayahku.Ayahku ke bandung naik kereta api .
Semoga ayahku bisa senang di sana. Dan bisa bersenang senang.
Callista Putri Maulida432Cerita/cerpenBenda Kesayangan Pada suatu hari di SD suka maju kelas 4 di suruh membawa benda kesayangannya. Lani dan Deli berangkat bersama dan saling menunjukan benda kesayangannya,Lani membawa boneka dan Deli membawa cangkir yg terbuat dr tanah liat. Saat sdh sampai di sekolah bnyk yg meminjam cangkir dan boneka mereka,tetapi mereka tak membolehkannya karena takut cangkir dan bonekanya kotor dan pecah,mereka memaksa untuk boleh dipinjamkan mainannya to tetap tdk boleh oleh Lani dan Deli.
Saat Lani dan Deli izin ke toilet teman2 pd memegang cangkir dan boneka tersebut ,pd saat memainkan keduanya cangkir Deli pecah dan boneka Lani pun kotor mereka berdua mengadukan kpd Bu guru bahwa cangkir dan boneka rusak,Bu guru segera ke kelas bahwa besok kalo ada yg membawa barang ke kelas jangan kalian meminjamkannya tanpa seizin yg punya barang,mereka yg merusak cangkir dan boneka akan di hukum. Lani dan Deli pun akhirnya sedih'.
Raihan Riyadhul Firdaus425Cerita/cerpenMembeli ikanSaya dan ayah saya pergi ke toko ikan saya membeli ikan hias dan akurium sesudah di rumah ayah saya memasang akuarium dan memberi ikan dan menghias aquarius
Theodorus Fajar Apri Gemilang625PantunTempat WisataNaik Pesawat di Bandara Soetta
Tidak disangka bertemu Presiden
Sungguh aku ingin cepat berwisata
Ke tempat yang indah di Baturaden
Theodorus Fajar Apri Gemilang625PantunBenda KesayanganPergi ke pasar membawa karung goni
Dijalan karungnya robek terkena paku
Sungguh aku menyayangi benda ini
Piano pemberian dari ayahku
Zivara Nafisya Hakim430PuisiDoaDikala hati merindu
Disaat semua mata telah terpejam
Ada tangis yang memilukan
Dikeheningan malam

Dengan suara lirih
Menggema di angkasa
Tersirat penuh makna
Terucapkan kepadaNYA

Tuhan maafkan diriku
Yang penuh dosa
Aku mohon
Kabulkanlah doaku
Felicia Tanuwidjaya69PuisiAyahAyah...
Kaulah pahlawan bagi keluarga..
Perjuanganmu yang penuh arti..
Engkaulah penawar sesal diarena luas
Ayah..
Begitu besar rasa cintamu... Pada keluarga..
Kau... Segalanya bagi kami
Ayah...
Tak pernah kau peduli tentang apa yang kau rasakan perih, panas, becucuran keringan menetes disetiap pundakmu..
Ayah... Kau tetap semangat pantang menyerah..
Semua demi... Keluarga yang kau cintai..
Ayah... Kaulah mentari pagiku
Yang menghangatkan hatiku
Ayah... Kaulah rembulan dimalamku
Yang menerangi setiap sudut dikegelapan...
Harta yang paling berharga adalah keluarga..
maximilliano andrew kahono617PantunHPkau ringan seringan kapas baru
bercahaya indah bak lampu
dan bersuara seindah nyanyian ibuku
tak bisa melepasmu walau hanya untuk satu minggu
Nadia Silvana 619Cerita/cerpenSquishy Sebenarnya aku sudah pernah bercerita tentang squishy, tetapi karena tema hari ini "Benda Kesayangan", jadi aku ingin bercerita tentang squishy. Karena squishy adalah benda kesayanganku.
Jadi, aku itu minggu lalu aku habis membeli squishy. Aku membeli 2 squishy berbeda. Yang pertama aku membeli squishy BT21 Cooky yang mascot. Dan squishy yang kedua aku membeli squishy BT21 RJ yang bun, dan warnanya itu yang galaxy.
Aku ingin membeli squishy lagi, tetapi aku sedang mengumpulkan uang, agar apa yang aku inginkan tercapai.
Keane N.V513Cerita/cerpenRanger hewan kesayanganku. Asal mula yang ingin memelihara anjing yaitu ayahku. Kamipun sekeluarga setuju untuk memelihara anjing. Kemudian ayah mencari cari lewat instagram, pets shop dan akhirnya kami menemukan seekor anak anjing berwarna putih ras golden-kintamani kami pun menamainya Ranger.

Kami bergiliran merawat Ranger. Saya dan adik bergiliran memandikanya 2 hari sekali. Ayah dan Ibu bergiliran memberi makananya. Makanan kesukaan yang yaitu daging ayam dan sapi. Tidak lupa kami bergiliran membersihkan kandangnya.

Setelah semakin besar dan bisa beradaptasi dengan keluarga kami. Kami pun sekeluarga menyayanginya. Karena sifat rasa golden yang lovely dan setia. Aku sering mengajaknya bermain dan Ranger senang mengejarnya. Ranger juga suka kami ajak jalan jaln pagi bersama ayah apabila saya pergi dia selalu menunggu saya dengan setia dan menyambut saya dengan gembira bila saya telah pulang kembali.Ranger adalah binatang kesayangan keluargaku.
Claurissa rahmi kirana49.Cerita/cerpenSepedakuHai nama saya claurissa
Saya mempunyai sepeda bewarna hitam setiap hari saya bermain sepeda dan kalau saya mengaji biasanya naik kendaraan sepeda dan biasnya kalau setiap mingu saya bersepeda dengan saudara saya
Dan pada hari minggu di dekat rumah saya diadakan sepeda santai saya dan saudara saya ikut sepeda santai itu taklupa saya
memakai masker saya menggunakan sepeda lipat dan saudara saya memakai sepeda nya sendiri inilah cerita sepeda saya
Almira Rismawan62Cerita/cerpenKesehariankuSetiap keseharianku pasti berbeda-beda. Mulai dari pagi hingga malam hari. Setiap hari aku bangun sekitar jam setengah 05.00 pagi. Setelah bangun dari tempat tidur,aku langsung pergi ke kamar mandi dan berwudhu. Setelah wudhu aku ambil rukuh dan sholat subuh. Selesai sholat subuh,aku biasanya menonton tv atau pun tidur. Setiap jam 07.00 atau jam 08.00 aku mandi dan berpakaian rapi. Selanjutnya aku pergi ke rumah pakde ku dan mengerjakan tugas disana. Mulai jam 08.00 sampai jam 16.00 aku berada di rumah pakde ku. Lalu aku pulang,mandi dan pergi mengaji. Malam harinya,aku menonton tv sampai jam 22.00 dan pergi tidur.
Almira Rismawan62Cerita/cerpenBuku Catatan kuAku memiliki buku catatan yang selalu aku simpan dengan baik. Buku itu berisikan banyak keinginanku dan harapanku. Semua tulisan pribadiku,ada di buku itu. Aku sangat suka menulis catatan di malam hari. Aku suka menulis catatan di malam hari karena suasana di malam hari itu sangat menenangkan. Aku bisa menulis segala hal yang ada di pikiranku. Dulu aku tidak suka mencatat di buku harian. Tapi lama kelamaan aku merasa bahwa aku butuh buku catatan itu. Aku memiliki dua buku harian. Buku pertama untuk mencatat hal-hal yang menurutku sangat penting dan buku kedua untuk menulis hal-hal yang tidak terlalu penting. Hal-hal yang menurutku sangat penting adalah mencatat hal-hal seperti tantangan tabungan, keinginanku,dan harapanku untuk kedepannya. Hal-hal yang menurutku tidak terlalu penting adalah mencatat hal-hal seperti musik,film,idola,dll.