Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)
Rabu, 30 September 2020
(Literasi Pagi Ep 32) Makna Hari Kesaktian Pancasila
Selasa, 29 September 2020
(Literasi Pagi Ep 42) Semua Karena Nasehat-Nasehatnya
Aku adalah orang yang biasa-biasa saja dan lebih biasa diantara teman-temanku. Namaku Alya. Aku hidup sangat sederhana. Walau begitu, aku bersyukur bisa makan dan minum juga sekolah. Tapi, aku hidup tanpa teman. Teman-temanku lebih suka berteman dengan orang yang kehidupannya sederajat (kaya) dengan mereka. Aku sangat sering diejek oleh mereka.
Suatu hari, saat istirahat ke-dua aku berjalan untuk pergi sekedar jalan-jalan. Tiba-tiba, aku diteriaki.
“Itu dia! Ayo lemparkan senjata kalian!!!!” tak salah lagi. Itu adalah suara Tyas. Dia yang selalu membuat orang-orang untuk membenciku. Lalu, semua anak melemparkan benda-benda yang tak asing bagiku. Itu adalah telur, tepung, dan sampah. Mereka melemparkan itu berkali-kali. Aku hanya bisa meratapi nasibku sembari menangis sesenggukan.
“Survive! Survive!” kataku dalam hati.
“Berhenti!! Hentikan kelakuan kalian!” itu adalah suara Bu Dewi.
Semua anak langsung berlarian menuju kelas masing-masing. Bu Dewi langsung mendekatiku.
"Kamu nggak apa-apa?”
“Tidak apa-apa, bu” jawabku. Bu Dewi akhirnya, menyuruhku untuk pulang dan membersihkan diri dan seragam yang aku kenakan yang penuh dengan telur dan tepung yang menempel. Aku pulang dengan keadaan kotor. Orang-orang melihatku dengan perasaan iba.
Ada juga yang berkata bahwa aku orang gila. Sungguh menyakitkan hatiku. Rasanya seperti tertusuk pisau tajam.
“Assalamualaikum. Ibu!!” Aku langsung menangis dan berlutut di hadapan ibu.
“Ibu sudah dengar semuanya. Maafkan ibu, ya” aku langsung membersihkan diriku.
Keesokan paginya…
“Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo perkenalkan dirimu nak!” kata Bu Dewi.
“Assalamualaikum, namaku Ayra Rahesya Putri Raqueila. Panggil saja Ayra. Salam kenal” anak baru itu langsung duduk di kursi yang kosong dan lebih tepatnya di sebelahku. Aku melihatnya. Tampangnya membuatku semakin yakin bahwa dia orang yang berbeda denganku maksudku kaya.
Kulit tangannya yang putih semakin indah dilengkapi dengan jam tangan pink cerah, cincin emas, gelang yang bertuliskan ARPR, dan kutek merah cerah. Mungkin ARPR adalah singkatan namanya. Rambutnya lurus sekali dan hitam dilengkapi dengan bando merah dan anting-anting di telinganya.
“Hai! Siapa namamu?” tanyanya.
“Namaku Alya” pelajaran kembali berlangsung. Kami belajar biologi tentang ekosistem.
“Baiklah, ibu akan memberi kalian soal evaluasi. Yang nilainya paling bagus akan ibu beri hadiah setelah ujian besok” kata Bu Dewi. Aku paling bersemangat. Memang biasanya aku yang juara pertama, juara kedua Tyas, juara ketiga biasanya tidak menentu. Tapi, Tyas adalah anak yang paling menyaingi nilaiku. Disamping dia benci karena aku anak yang tidak sederajat dengannya dia juga benci karena, nilainya yang selalu lebih tinggi darinya.
Soal evaluasi pun dimulai. Kami diberi waktu 20 menit untuk mengerjakan soal evaluasi. Setelah mengerjakan soal, Bu Dewi mengoreksi hasilnya.
“Oya, soal ini nilainya akan saya masukkan ke daftar nilai. Jadi, ibu harap nilai kalian bagus-bagus dan yang nilainya jelek itu sudah risiko kalian karena, jarang belajar” ucap Bu Dewi.
Tak lama kemudian, hasil evaluasi kami dibagikan.
“Baik. Ibu akan mengambil nilai 5 besar. Satu, Alya Kaylila Gayatri dengan nilai 100. Dua, Tysana Rahma Azhari dengan nilai 98. Tiga, Chloe Rahisma Putri dengan nilai 96”
“Empat, Rahmawati Fitria dengan nilai 90. Kelima, Ayra Rahesya Putri Raqueila dengan nilai 88” semua anak yang dipanggil melonjak kegirangan kecuali, Tyas. Dia masih marah denganku.
Krinngg…. Krinngg…. bel istirahat berbunyi nyaring. Aku pergi ke taman. Tiba-tiba, ada seseorang duduk di sebelahku. Itu adalah Ayra. Aku sedikit geser.
“Mengapa kamu menjauhiku?” tanyanya.
“Itu karena, kita berbeda. Kau kaya dan aku sederhana. Aku takut kalau kau nanti akan membenciku seperti halnya teman-temanku” ucapku.
“Aku takkan seperti itu”
“Apa buktinya?” Aku berteriak
“Hai Ayra! Ikut aku yuk!” Tyas lagi dan lagi. Pasti dia mau membuat Ayra supaya, menjauhiku. Sebal…!
“Maaf, tapi aku sudah ada janji dengannya. Maaf!” Ayra menunjukku.
“Kenapa tidak? Bersamaku lebih asyik dan seru. Kita akan bermain dan aku akan mentraktir kamu makanan sepuasnya!” rayu Tyas lagi.
“Tapi, aku sudah janji. Janjiku harus ditepati” tegasnya. Dengan sebal dia pergi.
“Mengapa kau tak bersamanya saja?! Aku yakin sebentar lagi kau akan tergoda oleh rayuannya itu!” ketusku.
“Alya, setiap orang itu sama. Mau yang kaya, miskin, tua, ataupun muda. Yang membedakan hanya sifat dan hati nurani yang dimiliki. Aku tahu temanmu, Tyas ingin menjauhkan diriku darimu. Padahal, aku tahu kamu itu orangnya baik hati, sabar, dan bertahan. Aku tahu kamu itu hanya ingin semua orang mengerti perasaanmu. Kamu hanya ingin berteman supaya, makin banyak yang mengenal dan menyayangimu. Aku ingin bersahabat dengan kamu” jelas Ayra. Aku langsung memeluk Ayra.
“Terima kasih kamu udah mau ngertiin perasaanku. Maaf, tadi aku sempat marah dan membentakmu. Fine, mulai sekarang kita sahabatan”
“Iya” katanya.
Sejak saat itu aku bersahabat dengan Ayra. Dan semakin lama teman-temanku banyak yang berubah. Mereka meminta maaf kepadaku atas kesalahan mereka selama ini terhadapku. Teman-temanku pun semakin banyak. Ini semua berkat Ayra. Terima kasih Ayra!!!
Cerpen Karangan: Dian Kalila Sumbogo
Sumber http://cerpenmu.com/cerpen-persahabatan/semua-karena-nasihat-nasihatnya.html
Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.
1. Jika kamu menjadi bagian dari siswa di dalam kelas Bu Dewi, bagaimana sikapmu kepada Alya?
2. Jika kamu menjadi bagian dari siswa di dalam kelas Bu Dewi, bagaimana sikapmu kepada Tyas?
3. Menurutmu, cara Bu Dewi merespon setiap kejadian di kelas apakah sudah tepat? Jelaskan.
4. Menurutmu, siapa tokoh yang karakternya paling kamu sukai pada cerita itu? Berikan penjelasan.
5. Apa pesan moral atau pelajaran bermakna yang kamu dapatkan dari cerpen di atas?
Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)
Senin, 28 September 2020
(Literasi Pagi Ep 31) Anak Ayam Paling Mungil
Di sebuah pohon besar, seekor burung penyanyi bersarang. Di bawah pohon itu, seekor induk ayam sedang mengeram. Saat induk burung penyanyi pergi, tanpa sengaja sebutir telurnya jatuh. Wah, jatuhnya tepat di dalam sarang ayam. Telur mungil itu tergeletak di tengah-tengah telur lainnya. Sorenya, induk ayam pulang dari mencari makan. Ia tidak sadar kalau telur-telurnya bertambah satu. Ia mengerami telur itu sampai semuanya menetas.
Ketika memandangi anak-anaknya yang baru menetas, induk ayam bingung. Salah satu anaknya kecil sekali dibandingkan anak-anak lain. Tetapi, ia tetap menyayanginya. Sekelompok anak ayam nakal sering mengejek anak burung itu. Namun, anak burung itu tetap bahagia bersama keluarganya. Induk dan saudara-saudaranya selalu menjaganya. Sang induk ayam juga sering menghiburnya. “Suatu saat, kamu akan dikagumi. Asal kamu tidak menyerah, mencari apa yang paling kamu bisa,” pesannya.
Suatu hari, sekelompok anak ayam nakal mengejarnya. Kebetulan, saudara-saudara si anak burung sedang pergi. Jadi, tidak ada yang menjaganya. Anak burung berlari ketakutan. Karena panik, tanpa sengaja ia mengepakkan sayapnya. Semakin lama, semakin cepat. Tubuhnya lalu mulai terangkat. Semakin lama, semakin tinggi. Anak-anak ayam nakal tidak bisa lagi menjangkaunya. “Wah, kamu hebat. Bisa terbang setinggi itu!” teriak saudara-saudara anak burung yang baru datang.
Anak burung itu kebingungan. Ternyata ia bisa terbang. Ibunya benar. Ia akan dikagumi. Sejak saat itu, anak burung rajin belajar terbang. Jika lelah, ia bertengger di atas pohon. Saat berada di atas pohon, anak burung kadang merasa sepi. Maka, ia pun mulai bernyanyi. Suaranya yang merdu terdengar oleh gadis petani. Gadis itu merasa bahagia dan menebarkan remah-remah roti sebagai hadiah. Anak burung membawa pulang remah-remah roti itu. Ia memakannya bersama induk dan saudara-saudaranya. Bila berlebih, induk ayam akan membagikannya pada ayam-ayam lain. Anak burung kini bahagia. Mesik tubuhnya mungil, ia berhasil menjadi makhluk yang dikagumi. Tidak hanya oleh para ayam, tetapi juga manusia. Karena, ia pandai berny anyi.
The End
Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Sumber : http://cerpenmu.com/cerpen-fabel-hewan/anak-ayam-paling-mungil.html
Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.
1. Mengapa si anak ayam mungil berbeda dibanding saudara-saudaranya?
2. Mengapa si anak ayam mungil tetap bahagia meski sering diejek?
3. Keadaan yang bagaimana yang membuat si anak ayam mungil menyadari kelebihan dirinya dapat terbang?
4. Menurutmu, siapa tokoh yang karakternya paling baik pada cerita itu? Berikan penjelasan.
5. Apa pesan moral yang kamu dapatkan dari fabel di atas?
Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)
Minggu, 27 September 2020
(Literasi Pagi Ep.30) Apakah Dalam Era Pandemi Lingkungan Membaik?
Sabtu, 26 September 2020
Koleksi Karya Siswa 25 September 2020
| Azka Naufal Tsaqib | 6 | 28 | Cerita/cerpen | Latihan bola | Pada hari kamis kemarin saya latihan bola. Di hari Kamis itu adalah persiapan akhir untuk mengikuti event di pangandaran. Ke Pangandaran berangkat setelah Jum at' an. Disana menginap di rumah yang dekat dengan lapangan bola. |
| Jonathan | 6 | 29 | Puisi | Sahabat | sahabat........ kau temani ku dalam suka dan duka kau bagaikan pahlawan untuk ku disaat ku lagi sedih kau kuatkan ku disaat ku lagi bahagia kau jaga hatiku sahabat.... tetaplah bersama ku disini meraih mimpi bersamaku ku yakinkan dirimu bisa kau yakinkan diriku ku bisa sahabat..... adalah teman terbaik ku terimakasih untuk semuanya takkan ku lupakan kenangan yg indah ini your my bets friend forever |
| Carissa Daniswara Anwar | 4 | 7 | Cerita/cerpen | Bermain Bersama Kucing | Kemarin hari Senin aku melihat ada kucing dan aku ambil deh dia lucu banget Dan aku bermain bersamannya hingga sekarang... |
| C.Hansen.R | 6 | 8 | Cerita/cerpen | Buku | Buku Adalah Benda Kesayanganku.Dari Buku Kita Bisa Mendapat Ilmu Dan Pengetahuan Lainnya.Buku Adalah Benda Yang Aku Pakai Setiap Hari.Terkadang Jika Ada Waktu Luang Aku Akan Membaca Baca Buku.Buku Juga Harus Diberi Sampul Dan Dirawat Agar Tidak Rusak,Jika Rusak Kita Akan Susah Untuk Membacanya.Buku Adalah Jendela Dunia, Dan Kegiatan Membaca Buku Merupakan Suatu Cara Untuk Membuka Jendela Tersebut Agar Kita Bisa Mengetahui Lebih Tentang Dunia Yang Belum Kita Tahu Sebelumnya. |
| Irasshai TR | 6 | 13 | Cerita/cerpen | Cleaning day | Pada hari sabtu lalu aku melakukan bersih bersih bersama adik itu sangat seru menyapu memilah sampah membuang barang bekas dan banyak aktivitas lainnya |
| Chika fitri divana | 4 | 8 | Cerita/cerpen | Benda Yang Ku Sayang | Benda Yang Sangat Ku Sayang Adalah Buku,Karena Buku Dapat Menambah Ilmu,Aku Juga Sangat Menyukai Buku Cerita,Karena Cerita Jaman Dahulu Sangat Seru,Dan Satu Lagi Aku Sangat Menyukai Buku Gambar,Karena Kita Bisa Menggambar Yang Kita Mau,Aku Selalu Menjaga Dan Menaruh Buku-Buku Itu Dengan Teliti Karena aku Sangat Menyayangi Mereka |
| Fawwaz hafizh alwan | 4 | 12 | Cerita/cerpen | Sepeda kesayangan | Suatu hari tepat di hari ulang tahunku aku dapat kado sepeda baru dari om, aku senang sekali dengan sepeda itu, sampai sekarang sepeda kesayanganku masih aku rawat dan aku pakai, dengan menggunakan sepeda aku bisa main bersama dengan teman teman, bisa olahraga muter muter keliling majenang, aku sayang sekali sama sepeda itu...... |
| Narendra Firaz Alano | 4 | 23 | Cerita/cerpen | Raketku semangatku | Saya mempunyai benda kesayangan yaitu Raket badminton.Raketku itu selalu menemaniku setiap saya les di GoR .Dari kelima raket yang saya punya ada satu raket yang menjadi kesayanganku,yaitu Raket yang diberi eyang Kakung.Raket itu juga dulu dipakai eyang bermain badminton di GoR.Setelah eyang sepuh dan tidak lagi main maka raket itu diberikan kepada saya.Raket warisan kataku hee...Semoga saya lebih semangat lagi bersama raket kesayangan dan raket-raketku yang lain.Dan semoga saya bisa untuk selalu berprestasi disekolah maupun di lapangan badminton.aamiin... |
| Pramesti Hutami Atmaja | 4 | 24 | Cerita/cerpen | Boneka kesayanganku Timi | Timi ia adalah boneka kesayanganku tapi sekarang aku sudah tidak memainkan nya karena sekarang saya harus lebih memandang pelajaran. Dulu saat saya kecil saya tidak bisa tidur jika tidak ada Timi dan saat Timi akan di cuci saya terkadang menangis. Saya sangat senang saat ada waktu untuk bermain senang Timi. |
| JUHARI HANDAYANI TSAQIB | 4 | 13 | Cerita/cerpen | Benda kesayangan | Hari ini 25 September 2020.Saya menyukai barang yang bisa bergerak .Saya suka mengendarai benda itu setiap hari. Benda itu adalah motor yang membawa saya kemana mana. Motor itu adalah beat pabrikan Honda. |
| Meychelin valencia santoso. | 4 | 19 | Puisi | "Pussy Kucingku" | "Pussy Kucingku" Pussy.... Kau kucing kesayanganku Kau lucu sekali Pussy.... Kau imut sekali Aku pasti menjaga dirimu dan selalu Menyayangimu Aku juga selalu memberi makanmu Pussy.... Kau sahabatku yang baik sekali Kau membuatku tersenyum selalu |
| Fhaeyza Rafif Putra Negrita | 6 | 10 | Pantun | Tidak boleh bertengkar | Burung beo dalam sangkar Sibuk mematuk buah cermai Kenapa kita bertengkar Lebih baik berdamai |
| Queena Lakeisha | 6 | 20 | Cerita/cerpen | Benda Kesayangan | Semua orang pasti memiliki benda kesayangan . Salah satu benda kesayangan adalah Squishi gigi . Karena benda itu berbau wangi . Wangi permen . Aku sangat suka . Karena itu aku agak jarang memainkannya . Warna Squishi itu adalah biru , ungu , dan biru tua . Dan di bagian atasnya terdapat bentuk krim yang berwarna biru tua . Aku sangat menyayanginya . Dan aku selalu menaruhnya di tempat nya yaitu didalam plastiknya |
| Maira Maharani Purwanto | 5 | 17 | Cerita/cerpen | Pulpen kesayangan | Pada suatu hari ayah saya blm sempat pulang selama 2 minggu karena ad virus corona dan minggu berikutnya ayah saya pulang dan memberi saya pulpen yg cantik dan pulpen itu pemberian yg berharga lalau ak jaga dan rawat baik2 |
| Vehnaz Sheria | 4 | 28 | Cerita/cerpen | Bermain | Di pagi hari aku berangkat ke sekolah lalu teman ku mengajak ke rumah nya mengerjakan pr dari pak guru dan sepulang sekolah teman ku memanggil ku dan suruh aku berangkat jam 1 sampai jam 3 lalu aku pulang kerumah dan meminta izin kepada mamah ku dan boleh dan aku berangkat kerumah teman yang tadi mengajak nya lalu ada teman yang suruh ikut dengan yang sudah berdiskusi |
| Azkiya Raissa Harnum | 5 | 5 | Cerita/cerpen | Seleksi Pesta Siaga Mendadak | Saat siang hari aku dipilih untuk mengikuti seleksi pesta siaga mendadak dan teman temanku juga ada yang diajak yaitu Fairuz,Ignes,M.radit,Agfan tapi sayangnya yang dipilih yang masih umur sepuluh tahun dan Agfan sudah sebelas tahun sedangkan ignes 18 Oktober dia ulang tahun ke sebelas tahun.Jadinya ya sudah harapan laki lakinya cuma M Radit .Aku dan Fay tidak bersaingan di seleksi ini karena dari dulu kami adalah sahabat dari TK sampai sekarang.Akhirnya yang kepilih adalah Fairuz.Walaupun saya tidak kepilih saya tidak berkecil hati karena nanti akan ikut seleksi di lomba lain aku putuskan aku ingin mengikuti lomba Olimpiade IPA setiap buku yang bertulis IPA harus di baca dan juga menuliskan rumus hapal IPA.Aku pun juga mendapatkan buku besar yang berisi semua tentang IPA dari Kakakku saat aku ulang tahun.Dan saat lomba temanku yang mengikuti lomba itu memengkannya . |
| kira Nazilla fitri | 6 | 15 | Cerita/cerpen | Benda kesayanganku | Pada hari ini aku sangat menyukain benda kesayanganku yg baru saja aku dan teman-temanku.aku baru saja membelinya pada hari kamis 24 September 2020.Aku dan teman temanku membelinya dirumahku karna aku yg menjualnya. Dan maka dari itu aku dan teman temanku untuk menabung selama 1 minggu untuk mendapatkan uang 15rb (harganya).setelah aku temanku membelinya sangat bagus dan gembira karna ini bisa membuat kita semakin percaya diri akan tampilan kita yaitu kacamata |
| Najwa reiza anjani | 5 | 22 | Pantun | Najwa | Hai kamu yang sedang belajar dirumah Tidak apa apa walau belajar dirumah Yang penting sehat dan bisa belajar |
| Keyla Nadinia | 4 | 15 | Puisi | Benda Kesayangan | Bonekaku Kau menemaniku di setiap waktu Kau selalu setia menghiburku membuat indah hari-hariku Kaulah teman kesayanganku Walau kau hanya sebuah benda yang tak dapat bicara Bermain denganmu membuatku bahagia |
| Abdul Aziz Umar | 6 | 1 | Pantun | Pantun | Disana gunung disini gunung Di tengah tengah gunung Rajabasa Kesana bingung kesitu bingung Lebih baik ke sekolah |
| Shesiliana Anabela | 6 | 24 | Pantun | Kesayanganku | Pergi ke salon buat manikur Itu untuk merawat kuku Benda panjang ada dikasur Itulah barang kesayanganku |
| Mochammad Raditya Alfarizi | 5 | 18 | Pantun | Benda Kesayangan | Duduk santai di atas bangku Sambil makan kue putu Aku suka jam tanganku Karna selalu mengingatkanku waktu Ke toko besi membeli paku Naik sepeda bersama temanku Aku suka sepatu bolaku Karna itu hadiah dari Ayahku |
| Aufa Quth Raam | 5 | 4 | Puisi | Benda Kesayangan | Benda kesayangan......... Benda kesayangan ku adalah bantal... Aku tidur dengan bantal.. Aku sangat suka dengan bantal.. Aku tidak suka bantal yg terlalu keras.. Aku suka bantal yg empuk.. Tidak terlalu kempes dan tidak terlalu keras.. Aku juga tidak suka bantal yg besar.. |
| Richelle Angelia Liu | 5 | 27 | Cerita/cerpen | Membeli Ikan Baru | Kemarin ayahku membeli ikan baru.Warna ikan itu adalah jingga.Ikan tersebut berjenis ikan parrot kingkong.Ikan itu masih kecil dan sangat imut.Ayahku membeli ikan tersebut dipasar.Sebelum membeli ikan ini ayahku menjual ikan - ikan yang kecil sehingga yang tersisa ikan koi.Aku mempunyai dua ikan parrot,satu masih kecil,dan satunya ukurannya sedang. |
| Anindya Afra Camila Zulfa | 6 | 3 | Cerita/cerpen | Kupu-Kupu yang baik hati | Di sebuah taman yang cantik, seekor semut kecil berjalan-jalan mengelilingi taman di pagi hari yang cerah. Sungguh hari yang indah untuk menikmati pemandangan taman dan saling menyapa dengan hewan yang lain. Lalu kemudian semut melihat ada sebuah kepompong menggantung di salah satu tanaman. Semut kemudian berkata,”Kasian sekali kamu kepompong, sudah jelek tidak bisa ke mana-mana lagi. Ayo turun dan nikmati taman yang cantik ini!” Tapi kepompong tersebut diam saja dan tidak menanggapi semut. Kemudian semut pun melanjutkan jalan-jalannya tanpa menghiraukan kepompong. Suatu hari karena kecerobohannya, semut jatuh ke dalam kubangan lumpur karena semalam hujan lebat. Karena tidak bisa berenang dan keluar dari lumpur, semut pun berteriak minta tolong. Kebetulan ada seekor kupu-kupu cantik yang melintas dan melihat semut yang sedang kesusahan. Diambilnya ranting kecil kemudian diulurkannya ke arah semut, “Ayo semut! Raih ranting ini dan aku akan mengangkatmu keluar dari lumpur!” Semut pun meraih ranting tersebut dan berhasil keluar dari jebakan lumpur. Ketika akan berterima kasih kepada kupu-kupu, betapa malunya semut bahwa yang telah menyelamatkannya adalah kepompong jelek yang ia hina tempo hari. Ia pun meminta maaf pada kupu-kupu dan kupu-kupu pun memaafkannya. Contoh cerita pendek anak sekolah dasar di atas bisa mengajarkan anak untuk tidak dengan mudah menilai orang lain hanya dari penampilannya saja. Mengejek orang lain hanya karena penampilannya yang berbeda bisa menyakiti hati orang. Selain itu pesan moral lainnya adalah dengan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kupu-kupu yang tadinya diejek oleh semut tidak segan untuk memberikan bantuan ketika semut berada dalam masalah sehingga semut keburukan bisa diubah menjadi kebaikan. |
| Muhammad Rizki umar | 5 | 20 | Pantun | Belajarlah | Jalan-jalan ke Semarang Bandeng bandeng tanpa duri Belajar lah mulai sekarang Untuk bekal kemudian hari |
| Bhilal Nugroho Wibisono | 6 | 5 | Pantun | Celengan | Ada layangan jatuh diatas genting Jatuh nya di siang bolong Alangkah indah nya menabung Untuk masa depan cemerlang |
| KHAIFA YORI JUNSE PRASYAH | 4 | 16 | Cerita/cerpen | Beruang Kesayangan | Aku memiliki boneka beruang yang sangat lucu boneka itu slalu membuat ku bahagia aku ingin boneka beruang ku menjadi teman ku saat pandemi covid 19. |
| Muhamad Ghani Ardiansyah | 4 | 20 | Cerita/cerpen | Benda kesayangan ku | Benda kesukaanku adalah drone.drone itu diberikan oleh Ayahku aku sangat menyukainya hampir setiap hari aku bermain bersamanya tetapi suatu hari saat aku bermain drone itu hilang kendali dan terbang entah kemana. yang sangat sedih.sudah 1 tahun berlalu lalu Drone itu ditemui di hutan tetanggaku Aku tidak tahu kalau drone ku ada disana Dan aku sangat senang aku berjanji kepada ayah agar aku tidak menghilangkan Drone ku lagi. |
| Velian Carroline Kristiyono. | 5 | 29 | Cerita/cerpen | Camping bersama teman karate. | Pada hari libur aku dan teman karate ku camping bersama di lapangan. Di sana aku dan temanku menyiapkan tenda, dalam 1 tim harus membawa 1 senter dan karpet untuk alas tidur. Pada malam hari, kita menyalakan api unggun bersama akang/pelatih kita. Susana di sana sangat menyenangkan, tetapi kita tidak bisa tidur, karena tenda kita panas sekali. Akhirnya kita semua bangun dengan tim yg lainnya untuk keluar dari tenda. Pada waktu tersebut kita menemani teman kita yg mau makan dan akhirnya kita semua lapar.Dan aku bilang "gimana kalau kita membakar singkong kan ada api unggun!". Pagi pun tiba, akhirnya kita sholat subuh. Pada waktu itu akang/pelatih kita belum bangun. Dan akhirnya akang kita bangun jam 05.30 kita semua bangun dari jam 00.02 sampai skg kita belum juga tidur. |
| Monica Ignes Alviana | 5 | 19 | Pantun | Benda kesayangan. | Melihat boneka berwarna cokelat Anak cantik memakai pita Setiap hari harus semngat Untuk mengejar cita-cita Beli buku di Pak Amar Jangan lupa membeli pena Rajin-rajinlah belajar Agar kmu menjadi pintar. |
| Keandre Rizkia Adinata | 6 | 14 | Puisi | Buku | Buku....... Kau adalah sumber ilmu Dimana aku belajar dan membaca Kau adalah jendela ilmu Dari aku tak tahu sampai tahu Halaman demi halaman Lembar demi lembar Terima kasih buku Tuk menggapai cita cita ku |
| Indra Fantastic Gunawan | 5 | 12 | Cerita/cerpen | Tablet Adalah Benda Kesayangan Ku. | Tablet adalah benda kesayangan ku karena itu tablet berguna juga untuk media belajar online / daring yang gampang digunakan dikalangan anak - anak maupun dewasa. Tabletku juga berguna untuk belajar beberapa macam bahasa seperti inggris dan jepang. |
| Anindiya raina putri Johan | 5 | 3 | Pantun | Benda kesayangan | Buku baru lagi rapi Duduk santai makan ketan Olahraga tiap pagi Dengan sepeda kesayangan Pergi ke nenek bawa semangka Anak kecil pakai celana Aku suka bersepeda Buat hati gembira |
| Farah Hasna Dhia Syarafana | 4 | 11 | Puisi | Boneka Barbie ku | Boneka Barbie ku Kamu lucu Cantik parasmu Indah matamu Setiap saat ku melihatmu Memainkanmu Setiap sebelum tidur ku Aku sayang padamu Boneka Berbie ku. |
| Salsabila bilqis a | 6 | 22 | Pantun | Benda kesayangan | Ibu dan adik sedang dandan Yang akan membeli buku Aku sangat menyukai jam tangan Yang menghiasi tanganku |
| Meitri Nastari Wijaya | 6 | 18 | Pantun | Benda kesayangan | Pergi ke Lapangan menerbangkan drone Drone dijatuhkan dengan sengaja Benda kesayangan ku adalah Handphone Bisa dipakai untuk apa saja |
| Kevin Setiawan | 4 | 14 | Cerita/cerpen | Pistol mainan | Pada saat itu aku dan kakaku pergi ke pasar untuk membeli sayu.Dan setelah beli sayur aku dan kakaku pulang.Dan saat sampai di rumah kakaku lupa kalo harus beli buah.Dengan cepat aku dan kakaku pergi ke pasar lagi untuk membeli buah.Didalam perjalanan aku melihat ada mainan kesukaanku lalu kata kakaku nanti belinya setelah pulang dari pasar aku dan kakaku sudah membeli buah sekarang aku dan kakaku menuju toko mainan untuk membeli pistol mainan yang alu suka.setelah itu aku pulang dengan bahagia |
| Parama Mangalik | 5 | 24 | Pantun | Benda kesukaan | Kepasar membeli mangga Pulangnya membeli kelapa Aku suka berolahraga Olahraganya adalah bersepeda |
| Aabid Zhafran Muhammad. | 4 | 1. | Cerita/cerpen | Benda Kesayanganku. | Buku adalah benda Kesayanganku.Setiap hari aku membaca buku. Saat mengerjakan soal aku tak pernah kesusahan karena sudah membaca buku. |
| Bilqist Keysa Vallery Vito | 6 | 7 | Pantun | Benda kesayangan | Jalan jalan ke Belanda Jangan lupa beli mangga Aku sayang sepeda Sepeda harus dijaga |
| ELVINA IDA AYU ALMIRAH | 4 | 10 | Cerita/cerpen | Benda kesayanganku | Dibelikan boneka oleh ayah |
| Akhmad dzaki baehaqi | 4 | 02 | Cerita/cerpen | Sepeda Kesayanganku | Waktu hari minggu jalan jalan memakai sepeda kesayanganku Sepeda kesayanganku berwarna biru. Aku sangat menyukainya karena ia telah membantuku mengantarkan aku kemana aku pergi. Dengan sepeda kesayanganku aku pergi bersama teman teman. Pergi ke masjid , pergi ke warung jika disuruh ibu, Olah raga memakai sepeda, dan lain-lain. Pada suatu hati , waktu maghrib tiba, aku berangkat ke masjid memakai sepeda kesayanganku, lalu aku sholat dan waktu pulang dari masjid aku mau pulang tapi tabrakan sama sepeda lain Oh,..sepeda kesayanganku..maafkan aku ,aku kurang hati-hati. Aku akan memperbaikimu dan alan selalu berhati-hati memakaimu. |
| Fiorenza Earlene Malika Putri Dasirin | 6 | 11 | Cerita/cerpen | Jurnalku | Halo, Namaku Fiorenza Earlene Malika Putri Dasirin, Aku kelas 6, Umurku 11, aku mempunyai jurnal. Kadang aku menulis jurnalku tentang kegiatan ku sehari hari. Seperti bepergian ke pantai, berenang di kolam renang, dll. Kadang menceritakan tentang orang orang special ku juga. Dan juga kadang menceritakan kucingku juga. Dan juga setiap tidak ada kerjaan, aku menghiasnya. Kadang juga ditempel foto polaroid. Kugunakan brus pen dan spidol untuk mewarnain nya. Aku juga suka membaca yang aku tulis. Hingga sampai lembar akhir biasanya ku baca dan itu sangat menyenangkan. Dan ku tempelin bunga juga untuk menghias nya juga. |
| Keano alvaro atharsyah | 5 | 14 | Puisi | SEPEDAKU | Kau teman setiaku Menemaniku kemanapun aku pergi Semua kegiatanku Menjadi lebih ringan karena kau selalu disini Sepedaku Aku sungguh sayang padamu Tanpamu Aku tidak bisa banyak melakukan aktifitasku Kau akan selalu ku jaga Kurawat dengan sepenuh hatiku Agar kau selalu ada Menemani setiap hariku |
| Andwa danang priatna | 4 | 4 | Pantun | Alat tulis | Ke toko alat tulis beli pensil Tidak lupa membeli penghapus Jika kamu ingin berhasil Tuntutlah ilmu jangan sampai putus |
| Shandy banyu perdana | 4 | 26 | Cerita/cerpen | Sepeda | Sudah tidak asing lagi kita melihat orang bersepeda, dari anak anak sampai orang tua. Saya pun begitu tiap hari kemana mana bersepeda..sepeda berwarna orange pemberian dari mbah adalah benda kesayanganku. |
| Fairuz Aulia Yahya | 5 | 6 | Puisi | Buku Harian | Dikala senja, Alam memperlihatkan pesonanya Dibawah pohon tepatnya Aku duduk diam dengan nyaman Kau temani ku disana Selalu dan tak pernah bosan akan hal itu Setiap hari ku berbagi Berbagi kisah perjalanan hidup Didalam skenario-Nya Yang penuh dengan sejuta tanda tanya Kadang cerita terlukis bahagia Kadang malah tertuang duka Kau Tak pernah banyak membantah Ketika aku mulai bicara Bicara dalam bentuk aksara. |
| Muhammad Gyasi Arfa Afisena | 4 | 22 | Pantun | Kucing | Ada kucing dikejar ular Melompat kepohon jambu Jadilah anak yang rajin belajar Agar tercapai cita-citamu |
| Kenes Adlyn Nugroho | 4 | 31 | Pantun | Benda kesayanganku | Ada gitar ada biola Gitar dipetik menggunakan kuku Setiap hari bermain bola Karena bola benda kesayanganku |
| Mozhafira Fariishta Putri. | 4 | 21. | Cerita/cerpen | Boneka beruang kesayanganku. | Pada pagi hari aku sangat senang. Karena pada pagi hari ini saya berulang tahun. Saya pun merayakan ulang tahun saya bersama teman-teman dan keluarga. Saya menerima banyak hadiah. Dari semua hadiah saya paling suka boneka beruang. Saya sangat senang. Dan saya menjaga boneka beruang itu dengan baik dan senang hati. |
| azkianasywa hani saputri | 4 | 33 | Cerita/cerpen | benda kesayangan | Aku suka membaca Buku favorit ku adalah buku cerita rakyat Saya telah membaca semua halamannya . Saya suka Karena buku ini begitu imajinatif Ceritanya begitu menakjubkan . Ketika membaca buku , kadang-kadang aku membayangkan diriku belajar dari pesan normal yang ada di dalam buku cerita. |
| Fransisca | 6 | 12 | Puisi | Benda Kesayanganku | Kasur.. Kesayanganku Disana aku dapat tidur, terkadang membaca buku Memainkan mainan bersama anjing kesayangan ku Terkadang bermain game online bersama teman² ku Disitu tempat istirahat.... tetapi biasa ku jadikan tempat serbaguna Mulai bangun tidur, mengerjakan soal terkadang jika malas.. kasur temparnya Banyak barang ku.. yang terkadang tidak berguna Namun ku simpan sebagai jaga² bila diperlukan di saatnya |
| Maria Yonara Theresia Patriot | 4 | 18 | Cerita/cerpen | Pergi Ke Bandung | Hari ini ayah ku pergi ke Bandung untuk bertemu dengan sepupuku. Kemarin malam aku membantu ibuku membereskan baju baju ayahku.Ayahku ke bandung naik kereta api . Semoga ayahku bisa senang di sana. Dan bisa bersenang senang. |
| Callista Putri Maulida | 4 | 32 | Cerita/cerpen | Benda Kesayangan | Pada suatu hari di SD suka maju kelas 4 di suruh membawa benda kesayangannya. Lani dan Deli berangkat bersama dan saling menunjukan benda kesayangannya,Lani membawa boneka dan Deli membawa cangkir yg terbuat dr tanah liat. Saat sdh sampai di sekolah bnyk yg meminjam cangkir dan boneka mereka,tetapi mereka tak membolehkannya karena takut cangkir dan bonekanya kotor dan pecah,mereka memaksa untuk boleh dipinjamkan mainannya to tetap tdk boleh oleh Lani dan Deli. Saat Lani dan Deli izin ke toilet teman2 pd memegang cangkir dan boneka tersebut ,pd saat memainkan keduanya cangkir Deli pecah dan boneka Lani pun kotor mereka berdua mengadukan kpd Bu guru bahwa cangkir dan boneka rusak,Bu guru segera ke kelas bahwa besok kalo ada yg membawa barang ke kelas jangan kalian meminjamkannya tanpa seizin yg punya barang,mereka yg merusak cangkir dan boneka akan di hukum. Lani dan Deli pun akhirnya sedih'. |
| Raihan Riyadhul Firdaus | 4 | 25 | Cerita/cerpen | Membeli ikan | Saya dan ayah saya pergi ke toko ikan saya membeli ikan hias dan akurium sesudah di rumah ayah saya memasang akuarium dan memberi ikan dan menghias aquarius |
| Theodorus Fajar Apri Gemilang | 6 | 25 | Pantun | Tempat Wisata | Naik Pesawat di Bandara Soetta Tidak disangka bertemu Presiden Sungguh aku ingin cepat berwisata Ke tempat yang indah di Baturaden |
| Theodorus Fajar Apri Gemilang | 6 | 25 | Pantun | Benda Kesayangan | Pergi ke pasar membawa karung goni Dijalan karungnya robek terkena paku Sungguh aku menyayangi benda ini Piano pemberian dari ayahku |
| Zivara Nafisya Hakim | 4 | 30 | Puisi | Doa | Dikala hati merindu Disaat semua mata telah terpejam Ada tangis yang memilukan Dikeheningan malam Dengan suara lirih Menggema di angkasa Tersirat penuh makna Terucapkan kepadaNYA Tuhan maafkan diriku Yang penuh dosa Aku mohon Kabulkanlah doaku |
| Felicia Tanuwidjaya | 6 | 9 | Puisi | Ayah | Ayah... Kaulah pahlawan bagi keluarga.. Perjuanganmu yang penuh arti.. Engkaulah penawar sesal diarena luas Ayah.. Begitu besar rasa cintamu... Pada keluarga.. Kau... Segalanya bagi kami Ayah... Tak pernah kau peduli tentang apa yang kau rasakan perih, panas, becucuran keringan menetes disetiap pundakmu.. Ayah... Kau tetap semangat pantang menyerah.. Semua demi... Keluarga yang kau cintai.. Ayah... Kaulah mentari pagiku Yang menghangatkan hatiku Ayah... Kaulah rembulan dimalamku Yang menerangi setiap sudut dikegelapan... Harta yang paling berharga adalah keluarga.. |
| maximilliano andrew kahono | 6 | 17 | Pantun | HP | kau ringan seringan kapas baru bercahaya indah bak lampu dan bersuara seindah nyanyian ibuku tak bisa melepasmu walau hanya untuk satu minggu |
| Nadia Silvana | 6 | 19 | Cerita/cerpen | Squishy | Sebenarnya aku sudah pernah bercerita tentang squishy, tetapi karena tema hari ini "Benda Kesayangan", jadi aku ingin bercerita tentang squishy. Karena squishy adalah benda kesayanganku. Jadi, aku itu minggu lalu aku habis membeli squishy. Aku membeli 2 squishy berbeda. Yang pertama aku membeli squishy BT21 Cooky yang mascot. Dan squishy yang kedua aku membeli squishy BT21 RJ yang bun, dan warnanya itu yang galaxy. Aku ingin membeli squishy lagi, tetapi aku sedang mengumpulkan uang, agar apa yang aku inginkan tercapai. |
| Keane N.V | 5 | 13 | Cerita/cerpen | Ranger hewan kesayanganku. | Asal mula yang ingin memelihara anjing yaitu ayahku. Kamipun sekeluarga setuju untuk memelihara anjing. Kemudian ayah mencari cari lewat instagram, pets shop dan akhirnya kami menemukan seekor anak anjing berwarna putih ras golden-kintamani kami pun menamainya Ranger. Kami bergiliran merawat Ranger. Saya dan adik bergiliran memandikanya 2 hari sekali. Ayah dan Ibu bergiliran memberi makananya. Makanan kesukaan yang yaitu daging ayam dan sapi. Tidak lupa kami bergiliran membersihkan kandangnya. Setelah semakin besar dan bisa beradaptasi dengan keluarga kami. Kami pun sekeluarga menyayanginya. Karena sifat rasa golden yang lovely dan setia. Aku sering mengajaknya bermain dan Ranger senang mengejarnya. Ranger juga suka kami ajak jalan jaln pagi bersama ayah apabila saya pergi dia selalu menunggu saya dengan setia dan menyambut saya dengan gembira bila saya telah pulang kembali.Ranger adalah binatang kesayangan keluargaku. |
| Claurissa rahmi kirana | 4 | 9. | Cerita/cerpen | Sepedaku | Hai nama saya claurissa Saya mempunyai sepeda bewarna hitam setiap hari saya bermain sepeda dan kalau saya mengaji biasanya naik kendaraan sepeda dan biasnya kalau setiap mingu saya bersepeda dengan saudara saya Dan pada hari minggu di dekat rumah saya diadakan sepeda santai saya dan saudara saya ikut sepeda santai itu taklupa saya memakai masker saya menggunakan sepeda lipat dan saudara saya memakai sepeda nya sendiri inilah cerita sepeda saya |
| Almira Rismawan | 6 | 2 | Cerita/cerpen | Keseharianku | Setiap keseharianku pasti berbeda-beda. Mulai dari pagi hingga malam hari. Setiap hari aku bangun sekitar jam setengah 05.00 pagi. Setelah bangun dari tempat tidur,aku langsung pergi ke kamar mandi dan berwudhu. Setelah wudhu aku ambil rukuh dan sholat subuh. Selesai sholat subuh,aku biasanya menonton tv atau pun tidur. Setiap jam 07.00 atau jam 08.00 aku mandi dan berpakaian rapi. Selanjutnya aku pergi ke rumah pakde ku dan mengerjakan tugas disana. Mulai jam 08.00 sampai jam 16.00 aku berada di rumah pakde ku. Lalu aku pulang,mandi dan pergi mengaji. Malam harinya,aku menonton tv sampai jam 22.00 dan pergi tidur. |
| Almira Rismawan | 6 | 2 | Cerita/cerpen | Buku Catatan ku | Aku memiliki buku catatan yang selalu aku simpan dengan baik. Buku itu berisikan banyak keinginanku dan harapanku. Semua tulisan pribadiku,ada di buku itu. Aku sangat suka menulis catatan di malam hari. Aku suka menulis catatan di malam hari karena suasana di malam hari itu sangat menenangkan. Aku bisa menulis segala hal yang ada di pikiranku. Dulu aku tidak suka mencatat di buku harian. Tapi lama kelamaan aku merasa bahwa aku butuh buku catatan itu. Aku memiliki dua buku harian. Buku pertama untuk mencatat hal-hal yang menurutku sangat penting dan buku kedua untuk menulis hal-hal yang tidak terlalu penting. Hal-hal yang menurutku sangat penting adalah mencatat hal-hal seperti tantangan tabungan, keinginanku,dan harapanku untuk kedepannya. Hal-hal yang menurutku tidak terlalu penting adalah mencatat hal-hal seperti musik,film,idola,dll. |
Hasil Literasi 24 September 2020
Hasil Literasi 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020
(Literasi Pagi Ep. 29) Le dan Dewa Guntur
Le Yun Hao dan Hsia Ping Tzu adalah dua anak laki-laki yang tinggal di desa yang sama. Mereka tumbuh besar, belajar membaca dengan guru yang sama, dan berteman sangat akrab.
Hsia sangat pintar, dan selalu juara sejak usia 10 tahun. Le tidak merasa iri. Ia justru bangga pada temannya itu. Hsia dengan senang hati membantu Le belajar sehingga Le juga maju pesat. Hal ini membuat Hsia terkenal di desanya. Sayangnya Hsia tidak sempat ikut ujian negara karena ia jatuh sakit dan meninggal dunia.
Keluarga Hsia sangat miskin dan tak mampu membayar pemakaman. Le membayar semua biaya itu. Ia juga membiayai kehidupan istri dan anak-anak Hsia. Istri Hsia sangat percaya pada Le. Nama Le juga harum di desa itu, walau ia tidak berhasil dengan pelajaran sekolahnya.
"Menyebalkan!" teriak Le kesal karena tidak lulus ujian. “Orang cerdas seperti Hsia saja gagal, apalagi aku! Sampai matipun aku tak akan menjadi sarjana. Aku harus mencoba hal lain!”
Jadi, Le berhenti sekolah dan mulai berdagang. Enam bulan kemudian ia memiliki sedikit uang. Suatu hari, ketika ia sedang beristirahat di sebuah penginapan di Nanking, ia melihat seorang pria bertubuh besar masuk ke penginapan. Pria itu duduk sendirian di dekat Le, dan wajahnya sangat muram.
Le yang baik hati menyapanya dan bertanya apakah dia lapar. Karena pria itu tidak menjawab, Le mendorong beberapa piring makanannya ke arah pria besar itu. Pria itu segera melahap semua makanan dengan tangannya dan dalam waktu singkat semua makanan habis.
Le memesan makanan lain, dan sekali lagi pria besar itu melahapnya sampai tuntas. Le memesan ayam kalkun dan sejumlah kue rebus. Setelah makan setengah lusin, barulah nafsu makan pria itu mereda.
Ia baru menoleh pada Le dan berterima kasih karena kebaikan hati Le.
"Selama tiga tahun saya belum pernah makan seperti tadi," katanya.
"Tapi, tubuhmu sangat besar dan sehat. Kau juga sopan dan baik. Mengapa kau bisa sangat miskin?” tanya Le heran.
“Ini mungkin sudah nasibku,” kata pria besar itu.
“Kau tinggal dimana?” tanya Le.
"Di darat saya tidak punya rumah. Di atas air, tidak punya perahu. Di pagi hari aku ada di desa. Pada malam hari, di kota seperti ini.”
Le kemudian bersiap untuk pergi. Namun teman barunya tidak mau meninggalkannya. Ia mengikuti Le dan berkata,
“Kau berada dalam bahaya yang akan segera terjadi. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu dan akan menjagamu,” katanya.
Jadi mereka pergi bersama. Dalam perjalanan, Le mengajak ia untuk makan lagi bersamanya. Namun pria besar itu menolak.
“Aku hanya makan sesekali,” katanya.
Le semakin kagum pada pria besar itu.
Keesokan harinya, mereka berlayar dengan kapal di sungai. Sebuah badai besar muncul dan membalik beberapa kapal di sungai. Le sendiri terlempar ke air bersama penumpang lain. Tiba-tiba angin kencang mereda dan pria besar itu menarik Le di punggungnya dan menaikkan Le ke kapal lain yang tidak terbalik.
Pria besar itu lalu menyelam ke air dan menarik kembali kapal yang hampir tenggelam. Ia memindahkan Le lagi ke kapal itu dan memintanya tetap diam di sana.
Dia kemudian menyelam sekali lagi, dan muncul dengan membawa barang-barang dagangan Le di dalam pelukannya. Ia terus bolak-balik menyelam sampai semua barang kembali pada tempatnya.
Le berterima kasih kepadanya, berkata, “Saya sudah sangat berterimakasih kau telah menyelamatkan hidupku. Tapi, kau juga telah menyelamatkan barang-barang daganganku. Tidak ada yang hilang sama sekali. Luar biasa!”
Le mulai curiga.. Jangan-jangan pria besar itu bukan manusia biasa. Le memintanya untuk tetap bersamanya ketika orang itu pamit untuk pergi. Akhirnya pria besar itu setuju untuk tetap menemani Le.
Di saat itu, Le menyadari bahwa pin emasnya hilang. Di saat itu juga, pria besar itu kembali menceburkan diri ke air. Ia lalu naik ke permukaan dengan benda yang hilang di mulutnya. Ia berikan benda itu pada Le dan berkata ia sangat senang bisa memenuhi permintaan Le. Orang-orang di kapal sangat heran dengan apa yang mereka lihat.
Le lalu pulang ke rumah bersama temannya itu. Pria besar itu tinggal bersama Le. Ia hanya makan sekali dalam sepuluh atau dua belas hari, tetapi saat makan, nafsu makannya sangat luar biasa.
Suatu hari, pria besar itu pamit pergi, namun Le tidak setuju. Ketika itu, hujan baru saja turun dan terdengar bunyi guntur. Sambil berbaring di bale-bale dan melihat ke langit, Le bertanya,
“Seperti apa sebetulnya awan itu? Seperti apa bentuk guntur itu? Ah, andai saja aku bisa naik ke langit dan melihat-lihat, sehingga bisa tahu.”
"Apakah kau ingin bersantai di antara awan?" tanya pria besar itu.
Belum sempat Le menjawab, tiba-tiba ia merasa dirinya berputar di udara. Ia kini tidak lagi merasa seperti sedang berbaring di bale-bale.
Le melihat ke sekelilingnya. Ah, kini ia berada di antara awan. Di sekelilingnya ada lapisan atmosfir yang lembut. Le melompat dengan sangat waspada. Ia merasa pusing seolah-olah berada di laut.
Di bawah kaki Le seperti ada benda lembut, tidak seperti tanah di bumi. Di atasnya ada bintang-bintang, dan ini membuat Le berpikir ia sedang bermimpi. Saat melihat ke atas, Le sadar kalau ia ada di langit. Awan-awannya beraneka bentuk, besar dan kecil.
Saat mengangkat tangannya, Le bisa menyentuh bintang-bintang yang besar. Ia berhasil memilih bintang yang kecil dan menyimpan di kantong bajunya. Le kemudian membelah gumpalan awan di bawahnya dan mengintip ke bawah. Ia melihat laut berkilauan seperti perak.
Kota-kota besar tampak hanya sebesar kacang. Le berpikir, jika kakinya tergelincir dan jatuh, pasti akibatnya parah sekali.
Kini, Le melihat dua ekor naga menggeliat, dan menarik gerobak dengan tong besar di dalamnya. Setiap gerakan ekor mereka terdengar seperti bunyi cambuk yang mencetar. Tong itu penuh dengan air, dan tampak beberapa pria mengangkat tong itu dan memercikkan airnya di atas awan.
Orang-orang ini tercengang melihat Le, namun pria besar itu berseru, “Dia temanku!”
Kemudian mereka memberi Le sendok untuk membantu mereka memercik air keluar. Saat itu, musim kemarau yang sangat kering. Le hati-hati memegang sendok itu, dia berhati-hati untuk memercik air sehingga agar bisa jatuh di sekitar rumahnya sendiri.
Pria besar itu akhirnya bercerita pada Le bahwa ia sebetulnya Dewa Guntur. Dia dihukum selama tiga tahun akibat lalai mengurus hujan. Hukumannya baru saja berakhir.
“Sekarang, inilah waktunya kita untuk berpisah,” kata pria besar yang adalah Dewa Guntur itu.
Ia lalu mengambil tali panjang yang tadi digunakan untuk tali kekang gerobak. Le mencengkeramnya erat-erat, agar dia bisa diturunkan ke bumi. Le takut sekali, tetapi Dewa Guntur berkata itu tidak bahaya. Dia lalu menurunkan Le.
Sesaat kemudian, Le sudah berada di desa kelahirannya lagi dalam keadaan selamat. Tali itu lalu ditarik lagi ke awan dan tidak kelihatan lagi.
Selama itu, kekeringan di negeri itu telah berlanjut cukup panjang. Hujan yang turun hanya sedikit. Namun di desa Le, mata air selalu menyembur banyak.
Ketika sampai di rumah, Le mengeluarkan bintang dari kantongnya. Ia meletakkannya di atas meja. Tampak kusam seperti batu biasa, tetapi pada malam hari, bintang itu menjadi sangat cemerlang dan menerangi seluruh rumah Le.
Le sangat menyayangi bintang itu dan menyimpannya dengan hati-hati. Ia hanya membawanya keluar jika ada tamu datang dan menjamu makanan di luar rumah.
Bintang itu selalu bersinar terang. Namun suatu malam, saat Le sedang duduk bersama istrinya, cahaya bintang itu mulai meredup, hanya bagai api unggun.
Mereka sangat terkejut ketika tiba-tiba cahaya kecil bintang itu terbang melayang. Lalu, dengan cepat cahaya kecil itu melesat masuk ke dalam mulut istri Le. Istri Le bisa merasakan cahaya bintang itu melewati tenggorokannya.
Istri Le mencoba untuk batuk tetapi cahaya itu tidak keluar juga.
Malam itu Le bermimpi bahwa teman lamanya Hsia muncul di hadapannya dan berkata,
“Akulah bintang Shao-wei. Persahabatan kita tak kunjung usai walau aku sudah tak ada. Sekarang pun, kau telah telah membawaku kembali dari langit. Sesungguhnya takdir kita telah dirajut bersama. Aku akan membalas kebaikanmu dengan menitis menjadi putramu.”
Le berumur tiga puluh tahun tetapi belum punya putra. Namun, setelah mimpi itu, istrinya hamil. Sembilan bulan kemudian, istrinya melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka menamakannya Bintang.
Bintang tumbuh menjadi pemuda yang sangat pintar. Pada usia enam belas tahun, ia berhasil meraih gelar sarjananya.
Sumber : https://bobo.grid.id/read/082337883/dongeng-anak-le-dan-dewa-guntur-mendongenguntukcerdas?page=6
Jawablah pertanyaan berikut ini di buku literasi kamu dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan menulis nama lengkap dan kelas di kolom komentar.
1. Karakter Le yang bagaimana yang menurutmu baik untuk ditiru?
2. Karakter Hsia yang bagaimana yang menurutmu baik untuk ditiru?
3. Siapa pria besar itu?
4. Mengapa Le dan pria besar berpisah?
5. Apa pesan moral yang kamu dapatkan dari dongeng di atas?
Kamu juga diwajibkan menyalin jawaban kamu di lembar jawab di bawah ini (klik pada tulisan lembar jawab di bawah ini)